Harga BBM Non-Subsidi Naik, Tidak Ada Panic Buying di Malang Raya

Stabilitas distribusi dan konsumsi di wilayah Malang Raya menjadi indikator bahwa penyesuaian harga kali ini dapat diterima dengan baik tanpa mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.

21 Apr 2026 - 12:21
Harga BBM Non-Subsidi Naik, Tidak Ada Panic Buying di Malang Raya
kondisi antrean di SPBU Kota Batu yang masih stabil meski beberapa jenis BBM mengalami kenaikan harga (Arul/SJP)

KOTA BATU, SJP - Penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) kembali dilakukan oleh Pertamina terhitung mulai 18 April 2026. Meski terdapat kenaikan pada sejumlah produk non-subsidi, kondisi di lapangan terpantau tetap kondusif tanpa adanya lonjakan pembelian atau panic buying di wilayah Kota Batu, Kota Malang, maupun Kabupaten Malang.

Manager Area Pertamina Malang Raya, Ahad Rahedi pada Selasa (21/4/2026) menyampaikan bahwa penyesuaian harga ini merupakan bagian dari mekanisme evaluasi berkala yang mempertimbangkan tren harga minyak dunia serta biaya distribusi.

"Distribusi BBM di wilayah Malang Raya tetap berjalan normal dan stok dalam kondisi aman, sehingga masyarakat tidak perlu melakukan pembelian berlebihan. Terpantau pembelian di sejumlah SPBU juga tidak terjadi penumpukan kendaraan," urainya. 

Sementara itu, dalam penyesuaian tersebut, harga Pertamax (RON 92) tetap berada di angka Rp12.300 per liter, begitu pula Pertamax Green (RON 95) yang tidak mengalami perubahan di harga Rp12.900 per liter. Pertamax yang dijual di Pertashop juga tetap stabil di angka Rp12.200 per liter.

Sementara itu, kenaikan terjadi pada produk BBM dengan spesifikasi lebih tinggi. Pertamax Turbo (RON 98) naik menjadi Rp19.400 per liter dari sebelumnya sekitar Rp17.900, atau mengalami kenaikan sekitar 8,38 persen. Dexlite juga mengalami penyesuaian dari kisaran Rp22.550 menjadi Rp23.600 per liter, atau naik sekitar 4,66 persen. Adapun Pertamina Dex meningkat dari sekitar Rp22.900 menjadi Rp23.900 per liter, dengan persentase kenaikan sekitar 4,37 persen.

"Tidak terjadinya panic buying menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap ketersediaan pasokan BBM serta pemahaman bahwa penyesuaian harga merupakan hal yang wajar dalam dinamika energi global," imbuhnya.

Dengan kondisi tersebut, Pertamina mengimbau masyarakat tetap membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang dapat memicu kepanikan. (*)

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow