Dinkes Bojonegoro Evaluasi Total Standar Operasional SPPG Pasca Ledakan Gas
Salah satu korban, Dani, dilaporkan mengalami kondisi kritis dengan luka bakar serius mencapai 50 hingga 70 persen, yang mencakup area wajah dan ekstremitas.
BOJONEGORO, SJP — Insiden kebakaran yang menghanguskan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Sumuragung, Kecamatan Baureno, pada Senin (2/2/2026) dini hari, memicu evaluasi mendalam terhadap standar keamanan fasilitas pelayanan publik di bawah naungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro.
Peristiwa ini menjadi evaluasi besar-besaran terkait implementasi prosedur keselamatan kerja dan perlindungan bagi tenaga atau pegawai SPPG.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, Ninik Susmiati, menegaskan bahwa insiden ini merupakan peringatan keras bagi seluruh pengelola SPPG di wilayahnya.
Saat peninjauan langsung yang dilakukan bersama petugas Pemadam Kebakaran dan Forkopimka Baureno mengonfirmasi adanya celah fatal dalam keamanan operasional, yakni kebocoran tabung gas elpiji.
"Keamanan pada area produksi gizi tidak dapat ditawar. Ini adalah pelajaran pahit yang mengharuskan seluruh dapur SPPG memperketat standar operasional prosedur (SOP). Kami akan mengevaluasi total kelayakan peralatan masak di seluruh titik pelayanan," tegas Ninik.
Persoalan serius tertuju pada risiko kerja yang dihadapi pegawai SPPG. Insiden ini memakan korban dua orang pegawai yang tengah bertugas.
Salah satu korban, Dani, dilaporkan mengalami kondisi kritis dengan luka bakar serius mencapai 50 hingga 70 persen, yang mencakup area wajah dan ekstremitas.
Saat ini, Dani menjalani perawatan intensif di RSUD dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo. Dinkes menjanjikan penanganan medis prioritas.
Kendati demikian, insiden ini membeber fakta bahwa perlindungan diri dan mitigasi bencana masih belum ada di area SPPG yang memiliki risiko kebakaran tinggi tersebut.
Kapolsek Baureno, AKP M. Sholeh, memaparkan bahwa api mulai berkobar sekitar pukul 00.30 WIB. Berdasarkan keterangan awal, korban sempat mendengar suara kebocoran gas dari tabung berkapasitas 20 kilogram. Namun, upaya pengecekan manual justru berujung petaka saat gas merambat dengan cepat menuju kompor yang masih menyala.
"Gas menyambar api di area memasak sebelum sempat dilakukan tindakan preventif. Kami masih mendalami apakah ada unsur kelalaian atau murni kegagalan teknis pada peralatan tersebut," tutup AKP Sholeh. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

