Gunung Semeru Erupsi, Luncurkan Awan Panas Sejauh 4,5 Kilometer
Berdasarkan laporan pengamatan, kolom abu vulkanik teramati setinggi ±1.500 meter di atas puncak, atau mencapai elevasi ±5.176 meter di atas permukaan laut.
LUMAJANG, SJP – Gunung Semeru di Jawa Timur kembali mengalami erupsi pada Sabtu, 14 Februari 2026, pukul 07.25 WIB.
Berdasarkan laporan pengamatan, kolom abu vulkanik teramati setinggi ±1.500 meter di atas puncak, atau mencapai elevasi ±5.176 meter di atas permukaan laut.
Abu vulkanik berwarna kelabu dengan intensitas tebal tersebut dilaporkan mengarah ke utara dan timur laut.
Data seismograf mencatat aktivitas ini memiliki amplitudo maksimum 20 mm dengan durasi erupsi selama 4 menit 35 detik. Mengingat signifikansi erupsi tersebut, masyarakat diminta mewaspadai potensi bahaya hujan abu dan jatuhan piroklastik, serta terus memantau arahan evakuasi dari otoritas terkait.
Erupsi ini turut disertai fenomena Awan Panas Guguran (APG) dengan jarak luncur mencapai 4,5 km menuju sektor tenggara atau ke arah Besuk Kobokan. Sebaran abu vulkanik yang meluas ke timur laut dan utara mengonfirmasi adanya peningkatan aktivitas vulkanik yang besar.
Saat ini, Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga). Guna meminimalisir risiko bencana BMLG mengeluarkan rekomendasi bagi masyarakat
Masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sepanjang Besuk Kobokan dalam radius 13 km dari pusat erupsi. Di luar radius tersebut, masyarakat dilarang beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena adanya potensi perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
Masyarakat diimbau mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru, terutama di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk anak-anak sungai terkait.
Masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya vulkanik yang dapat terjadi secara tiba-tiba dan berdampak luas di sepanjang aliran sungai hulu Semeru.
Pemerintah setempat meminta warga untuk tetap tenang namun waspada, serta selalu mengikuti instruksi resmi dari pihak berwenang guna menjamin keselamatan jiwa dan harta benda. (**)
Sumber Data: magma.esdm.go.id.
Penulis : Paskal Arakat, Mahasiswa Magang Unitri
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

