Gondola Hilang Stabilitas Dihantam Badai, Polisi Pastikan Satu Korban Tewas

Menurut keterangan polisi, hujan deras yang turun secara tiba-tiba disertai angin kencang membuat gondola yang digunakan pekerja bergoyang hebat. Kuatnya terpaan angin menyebabkan alat kerja tersebut tersapu dan kehilangan stabilitas, sehingga membahayakan keselamatan pekerja yang berada di atasnya.

02 Mar 2026 - 20:11
Gondola Hilang Stabilitas Dihantam Badai, Polisi Pastikan Satu Korban Tewas
Korban berhasil dievakuasi dalam insiden gondola yang terombang-ambing akibat dihantam hujan badai di salah satu apartemen kawasan Surabaya Barat, Senin (2/3/2025) siang. (Dok.Polrestabes Surabaya for SJP)

SURABAYA, SJP — Kepolisian mengungkap kronologi lengkap insiden gondola yang terombang-ambing dihantam hujan deras disertai angin kencang di sebuah apartemen kawasan Surabaya Barat, Senin (2/3/2026) siang. Peristiwa yang terjadi di ketinggian sekitar lantai 25 tersebut mengakibatkan satu pekerja meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka.

Kapolsek Lakarsantri Kompol Imam Solikin menjelaskan, insiden bermula saat dua pekerja sedang melakukan pekerjaan di bagian luar gedung apartemen dengan menggunakan gondola yang menggantung di sisi bangunan. Keduanya tengah berada di ketinggian saat kondisi cuaca tiba-tiba berubah drastis.

“Kemudian dilakukan evakuasi oleh tim dari apartemen dibantu oleh tim BPBD dan pemadam kebakaran. Terdapat dua korban. Satu luka dan satu meninggal dunia,” kata Imam Solikin saat dikonfirmasi pada Senin (2/3/2026).

Menurut keterangan polisi, hujan deras yang turun secara tiba-tiba disertai angin kencang membuat gondola yang digunakan pekerja bergoyang hebat. Kuatnya terpaan angin menyebabkan alat kerja tersebut tersapu dan kehilangan stabilitas, sehingga membahayakan keselamatan pekerja yang berada di atasnya.

Dalam insiden tersebut, polisi mengidentifikasi korban meninggal dunia berinisial ES, warga Tambak Wedi Baru, Surabaya. Sementara satu korban selamat berinisial RB, warga Tambak Wedi, Surabaya, mengalami luka dan telah mendapatkan penanganan medis.

Kepolisian memastikan proses evakuasi berjalan dengan melibatkan sejumlah unsur gabungan, termasuk tim internal apartemen, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya, serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya. Selama proses evakuasi berlangsung, situasi di lokasi dinyatakan aman dan terkendali.

Sebelumnya, pihak manajemen apartemen menyebut kedua pekerja sempat terombang-ambing di ketinggian saat hendak turun menggunakan gondola. Building Manager Water Place Residence, Melly Muryana, mengatakan cuaca buruk menjadi pemicu utama insiden tersebut.

“Ada dua orang pekerja. Saat hendak turun, mereka terkena angin kencang. Mereka terhenti di lantai 25 dan terombang-ambing,” ujar Melly.

Ia juga memastikan kedua pekerja telah menggunakan perlengkapan keselamatan kerja berupa pengaman tubuh saat menjalankan tugas di ketinggian.

“Betul. Setelah dievakuasi, satu orang dinyatakan meninggal dunia,” kata Melly.

Insiden tersebut terjadi saat hujan deras disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah Surabaya pada siang hari. Kekuatan angin yang datang secara mendadak membuat gondola yang menggantung di sisi gedung tidak stabil dan bergoyang hebat, hingga menyebabkan kecelakaan fatal.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait insiden tersebut, termasuk memastikan seluruh prosedur keselamatan kerja telah diterapkan serta mengkaji faktor cuaca ekstrem yang menjadi penyebab utama kecelakaan kerja di ketinggian tersebut. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow