Tiga Sound Horeg Termahal di Jawa Timur, Tarifnya Bikin Dompet Menjerit
Tiga penyedia sound horeg termahal di Jawa Timur menawarkan tarif puluhan juta rupiah per malam, dengan fasilitas audio-visual kelas profesional dan dampak ekonomi lokal yang besar.
SUARAJATIMPOST.COM — Di balik dentuman musik dan gemerlap lampu karnaval tradisional, tersimpan bisnis hiburan jalanan yang nilainya tidak main-main. Sound horeg, yang dulunya sekadar hiburan rakyat, kini menjelma menjadi industri beromzet ratusan juta hingga miliaran rupiah dalam sebulan.
Bagi operator yang sudah berpengalaman, musim karnaval Agustusan adalah ladang emas. Memed Brewog, salah satu operator legendaris, mengungkapkan bahwa dalam sebulan ia bisa tampil di 20 hingga 30 acara.
“Kalau sedang ramai, bisa sampai 30 kali manggung. Tarifnya antara Rp 20 juta sampai Rp 30 juta sekali tampil, biasanya dari iuran warga,” ungkap Memed.
Jika dihitung, dalam satu bulan potensi pendapatan bisa menembus Rp 900 juta—hanya dari satu operator. Belum lagi aset yang dimiliki. Satu set sound horeg lengkap, dari perangkat audio profesional, armada truk, hingga genset berkapasitas tinggi, nilainya bisa mencapai Rp 20 miliar.
Tidak heran jika sound horeg kini disebut sebagai “industri jalanan” yang mampu menggerakkan ekonomi lokal di banyak daerah Jawa Timur.
Tiga Sound Horeg Termahal di Jawa Timur (2025)
-
Brewog Audio
Berbasis di Blitar, Brewog Audio dikenal sebagai “monster sound” dengan kekuatan audio brutal dan visual megah. Tarif sewanya berkisar Rp 35 juta–Rp 55 juta per malam. Mengandalkan line array skala besar, lighting RGB motion, dan silent generator berkapasitas tinggi, Brewog jadi langganan parade di Tulungagung, Blitar, hingga Malang. -
Blizzard Audio
Dari Malang, Blizzard Audio menawarkan setup lighting modern dengan armada multi-truk. Tarifnya berada di kisaran Rp 45 juta–Rp 70 juta per malam, menjadikannya salah satu yang termahal di Jawa Timur. -
GSC Sound
Dikenal di Kediri dan wilayah sekitarnya, GSC Sound punya jadwal padat di Ngadiluwih, Pare, hingga Jombang. Tarif sewanya berada di kisaran Rp 30 juta–Rp 45 juta per malam.
Tiga raksasa sound horeg ini bukan hanya ikon hiburan jalanan, tapi juga bukti bahwa dentuman musik bisa jadi mesin uang raksasa di tengah kemeriahan karnaval rakyat. (**)
Sumber: Beritasatu.com
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

