Konflik Iran–AS-Israel Ganggu Rute Umrah, Penerbangan Jamaah Asal Jatim Mulai Tersendat

Meski ada gangguan, tidak semua penerbangan terdampak. Hingga awal Maret 2026, penerbangan langsung dari Indonesia ke Arab Saudi masih beroperasi normal dan menjadi alternatif utama bagi jamaah yang tetap berangkat.

02 Mar 2026 - 20:31
Konflik Iran–AS-Israel Ganggu Rute Umrah, Penerbangan Jamaah Asal Jatim Mulai Tersendat
Jadwal penerbangan jemaah umrah asal Jawa Timur terganggu imbas konflik Iran-Amerika Serikat (Dok. Kemenag Jatim for SJP)

SURABAYA, SJP - Ketegangan militer antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel mulai berdampak langsung pada perjalanan umrah jemaah Indonesia. Sejumlah rute penerbangan menuju Arab Saudi terganggu akibat pembatalan dan penutupan jalur transit di beberapa negara Timur Tengah, membuat keberangkatan jemaah, termasuk dari Jawa Timur, terpaksa ditunda bahkan dibatalkan.

Asosiasi Perjalanan Haji dan Umrah Indonesia (Amphuri) Jawa Timur mengungkapkan, pembatalan penerbangan umrah mulai terjadi sejak Sabtu, 28 Februari 2026. Gangguan ini terutama menimpa penerbangan dengan rute transit melalui sejumlah kota hub internasional yang selama ini menjadi jalur utama menuju Arab Saudi.

Ketua DPD Amphuri Jawa Timur Mohammad Sufyan Arief mengatakan, hampir seluruh penerbangan yang menggunakan jalur transit di sejumlah negara terdampak langsung oleh situasi konflik yang memanas di kawasan tersebut.

“Mulai keberangkatan yang kemarin Sabtu. Yang transit melalui ini semua cancel,” kata Arief saat dihubungi pada Minggu (1/3/2026).

Adapun rute transit yang terdampak pembatalan meliputi Amman (Yordania), Kuwait, Dubai dan Abu Dhabi (Uni Emirat Arab), Doha (Qatar), Bahrain, Moscow (Rusia), hingga Peshawar (Pakistan). Kota-kota tersebut merupakan titik transit penting bagi maskapai internasional yang melayani penerbangan jemaah umrah dari Indonesia menuju Arab Saudi.

Pembatalan itu terutama terjadi pada maskapai-maskapai internasional yang berbasis di Timur Tengah, seperti Emirates, Etihad Airways, dan Qatar Airways, yang selama ini menjadi pilihan utama jemaah karena jaringan penerbangannya yang luas.

Meski demikian, tidak semua penerbangan terdampak. Hingga awal Maret 2026, penerbangan langsung dari Indonesia ke Arab Saudi masih beroperasi normal dan menjadi alternatif utama bagi jemaah yang tetap berangkat.

“Tapi sampai pagi ini pesawat yang direct flight alhamdulillah masih terbang seperti Garuda, Saudia, dan Lion Air,” ujarnya.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa gangguan perjalanan umrah bukan terjadi karena penutupan akses ke Arab Saudi, melainkan lebih disebabkan oleh terganggunya jalur transit dan kebijakan maskapai yang menyesuaikan dengan situasi keamanan regional.

Terkait jumlah pasti jemaah yang terdampak, Amphuri Jawa Timur belum dapat memastikan angka pastinya. Hal ini karena sebagian jemaah masih menggunakan penerbangan langsung, sementara data resmi jemaah umrah yang terdaftar berada di sistem milik Kementerian Agama.

“Data resmi terkait jemaah yang terdampak berada di Kementerian Agama melalui sistem Siskopatuh,” jelasnya.

Selain jemaah yang berangkat melalui biro perjalanan resmi, terdapat pula jemaah mandiri yang jumlahnya lebih sulit dipantau karena tidak terdaftar dalam sistem penyelenggara umrah resmi.

“Selain itu, ada juga jemaah mandiri yang keberangkatannya belum bisa dipastikan jumlahnya, karena tidak melalui penyelenggara resmi,” lanjutnya.

Situasi ini juga berpotensi menimbulkan konsekuensi finansial bagi jemaah maupun penyelenggara perjalanan umrah. Pasalnya, pihak Arab Saudi umumnya tetap memberlakukan kebijakan reservasi sesuai jadwal awal, meskipun terjadi pembatalan akibat faktor eksternal seperti konflik geopolitik.

Amphuri Jawa Timur menyebut, saat ini seluruh pihak masih menunggu perkembangan situasi dan berharap kondisi segera stabil agar perjalanan umrah dapat kembali berjalan normal.

“Pada dasarnya, seluruh pihak, baik travel maupun jemaah, berharap tetap bisa berangkat ke Tanah Suci selama situasi memungkinkan,” ujarnya.

Ia juga berharap gangguan ini bersifat sementara dan operasional penerbangan dapat kembali normal dalam waktu dekat.

“Harapannya 3 hari ini normal, tiket kepulangan masih bisa dipakai,” pungkas Arief. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow