Gondola Diterjang Angin Kencang di Surabaya, Satu Pekerja Tewas di Ketinggian Lantai 25
Kedua pekerja berada dalam satu gondola saat insiden terjadi, satu korban berhasil dievakuasi dalam kondisi sadar, sedangkan korban lainnya ditemukan meninggal dunia saat proses evakuasi dari ketinggian.
SURABAYA, SJP — Hujan deras disertai angin kencang di Surabaya menelan korban jiwa. Dua pekerja gondola di sebuah apartemen kawasan Pakuwon Indah, Surabaya Barat, Senin (2/3/2026), terombang-ambing di ketinggian sekitar lantai 25.
Imbas cuaca ekstrem tersebut, satu pekerja dinyatakan meninggal dunia, sementara satu lainnya selamat dan dilarikan ke rumah sakit.
Insiden tersebut terjadi saat kedua pekerja sedang berada di gondola untuk melakukan pekerjaan di bagian luar gedung, baik pembersihan kaca maupun pekerjaan sealant.
Namun, cuaca tiba-tiba berubah drastis, dengan hujan deras dan angin kencang menghantam kawasan tersebut, membuat gondola kehilangan stabilitas dan bergoyang hebat.
Building Manager Water Place Residence, Melly Muryana, mengatakan saat kejadian terdapat dua pekerja yang sedang berada di gondola dan hendak turun sebelum angin kencang datang menerpa.
"Ada dua orang pekerja. Saat hendak turun, mereka terkena angin kencang. Mereka terhenti di lantai 25 dan terombang-ambing. Kondisinya sadar," kata Melly, Senin (2/3/2026).
Ia juga memastikan kedua pekerja telah dilengkapi alat pengaman tubuh sesuai standar keselamatan kerja, dan pihak manajemen segera berkoordinasi untuk proses evakuasi begitu insiden terjadi.
"Mereka dilengkapi dengan pengaman tubuh. Saat ini proses evakuasi sudah dilakukan," ujarnya.
Video amatir yang beredar luas di masyarakat, termasuk video yang diunggah oleh akun Instagram resmi Command Center 1123 Surabaya memperlihatkan gondola bergoyang hebat akibat terpaan angin.
Dalam rekaman berdurasi sekitar 23 detik itu, gondola tampak menghantam dinding dan kaca gedung beberapa kali. Salah satu pekerja terlihat bergelantungan, sementara rekannya diduga masih berada di gondola.
Seorang warga bernama Anang Ma’ruf yang menyaksikan langsung kejadian tersebut mengatakan kondisi pekerja terlihat sangat memprihatinkan saat badai berlangsung.
Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya dan tim rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi darurat. Command Center 112 Surabaya juga turut memantau dan mengoordinasikan penanganan di lapangan.
Petugas Command Center 112 Surabaya, Ekky Maulana Nugraha, membenarkan bahwa terdapat dua korban dalam kejadian tersebut, dengan satu korban tidak dapat diselamatkan.
“Korbannya dua orang. Satu alhamdulillah selamat dirujuk ke rumah sakit. Satunya tidak dapat tertolong, meninggal dunia, yang terjebak bergelantungan,” kata Ekky.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Surabaya, Laksita Rini Sevriani, juga mengonfirmasi adanya korban meninggal dunia akibat insiden tersebut, sementara proses evakuasi masih berlangsung saat itu.
“Infonya satu orang meninggal dunia. Untuk datanya nanti, belum selesai evakuasinya,” ujar Rini.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Surabaya, M. Rokhim, menjelaskan bahwa kedua pekerja berada dalam satu gondola saat insiden terjadi. Ia menyebut satu korban berhasil dievakuasi dalam kondisi sadar, sedangkan korban lainnya ditemukan meninggal dunia saat proses evakuasi dari ketinggian.
“Yang satu sudah terevakuasi, dibawa ke rumah sakit. Alhamdulillah kondisi masih sadar,” kata Rokhim.
“Yang satu ini masih proses menurun dari lantai 25, kondisi MD (meninggal dunia),” lanjutnya.
Menurut Rokhim, angin kencang menjadi faktor utama penyebab insiden yang berujung maut tersebut, meskipun para pekerja telah menggunakan alat keselamatan kerja.
“Angin kencang ini. Angin kencang sekali sama hujan tadi ini,” pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

