Gerakan Literasi Bondowoso Diperkuat hingga Level Keluarga

Pengukuhan Bulida dan Bulika Bondowoso memperkuat gerakan literasi hingga tingkat keluarga. Bupati Hamid dorong budaya membaca, literasi digital, finansial, dan karakter. Kolaborasi pemerintah dan masyarakat diharapkan menciptakan generasi berdaya saing dan mempercepat kemajuan literasi daerah.

24 Nov 2025 - 18:09
Gerakan Literasi Bondowoso Diperkuat hingga Level Keluarga
Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid saat mengukuhkan Bulida dan Bulika di Pendopo Raden Bagus Assra (foto : Rizqi/SJP)

BONDOWOSO, SJP - Gerakan literasi di Kabupaten Bondowoso semakin diperkuat dengan dikukuhkannya Bunda Literasi Daerah (Bulida) dan Bunda Literasi Kecamatan (Bulika). Pengukuhan ini menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan literasi hingga ke tingkat keluarga dan masyarakat.

Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, menegaskan, literasi saat ini tidak hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi mencakup literasi digital, finansial, budaya, hingga karakter. Semua itu menjadi bekal penting bagi masyarakat untuk beradaptasi dan bersaing di era teknologi yang terus berkembang.

“Peran Bulida dan Bulika sangat strategis dalam menghidupkan budaya membaca dan memperkuat pendidikan keluarga. Mereka adalah jembatan antara program pemerintah dan kebutuhan masyarakat,” ujar bupati usai pengukuhan, pada Senin (24/11/2025) di pendopo Raden Bagus Assra.

Ia berharap pengurus yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan sepenuh hati, soliditas, dan semangat berkebersamaan.

"Para Bunda Literasi juga diimbau menjadi inspirasi gerakan literasi, sekaligus teladan dalam membangun kebiasaan membaca dan belajar sepanjang hayat," harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bondowoso, Nunung Setianingsih, menambahkan, pengukuhan ini bertujuan memperkuat peran Bunda Literasi sebagai penggerak utama dalam meningkatkan minat baca.

"Keluarga adalah garda terdepan dalam menumbuhkan literasi anak, sehingga kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan para bunda literasi menjadi sangat penting," ujar mantan Kepala DPMPTSP dan Naker ini.

Nunung menyebut beberapa manfaat yang diharapkan lahir dari pengukuhan ini, mulai dari meningkatnya minat baca masyarakat, penguatan literasi keluarga, hingga terbangunnya generasi berdaya saing yang siap menghadapi masa depan.

“Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal memperkuat sinkronisasi seluruh pihak, mulai dari pusat, provinsi, hingga kabupaten, agar gerakan literasi semakin masif dan berdampak,” pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow