Gandeng Mahasiswa dan Ulama, Pemkab Probolinggo Gelar Dialog dan Doa Bersama untuk Jaga Stabilitas

Dalam aksi tersebut dibuat deklarasi ikrar damai, Ikrar tersebut sebagai bentuk komitmen mereka untuk menjaga stabilitas sosial dan menjadi mitra kritis pemerintah dalam proses pembangunan.

08 Sep 2025 - 21:47
Gandeng Mahasiswa dan Ulama, Pemkab Probolinggo Gelar Dialog dan Doa Bersama untuk Jaga Stabilitas
Acara dialog dan doa bersama dengan sejumlah tokoh masyarakat, pemuda, dan organisasi kemahasiswaan di Pelataran Candi Jabung, Kabupaten Probolinggo (Rahmad/SJP)

PROBOLINGGO, SJP — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menggelar acara dialog dan doa bersama dengan sejumlah tokoh masyarakat, pemuda, dan organisasi kemahasiswaan di Pelataran Candi Jabung, Desa Jabung Candi, Kecamatan Paiton, pada Senin (8/9/2025).

Acara ini bertujuan memperkuat sinergi dan komitmen seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas serta mendukung pembangunan daerah.

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Probolinggo Mohammad Haris, Wakil Bupati Ra Fahmi AHZ, Ketua DPRD Oka Mahendra Jati Kusuma, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Ugas Irwanto, beserta sejumlah pejabat dan tokoh agama.

Acara juga dihadiri perwakilan dari berbagai organisasi mahasiswa dan pelajar, seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), serta Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU).

Acara yang diawali dengan dzikir dan doa bersama untuk menciptakan kedamaian ini dimeriahkan dengan deklarasi ikrar dari perwakilan mahasiswa.

Ikrar tersebut sebagai bentuk komitmen mereka untuk menjaga stabilitas sosial dan menjadi mitra kritis pemerintah dalam proses pembangunan.

Dalam sambutannya, Bupati Mohammad Haris menyampaikan apresiasi dan harapannya agar seluruh komponen masyarakat bersatu padu mewujudkan Kabupaten Probolinggo yang aman, sejahtera, dan religius.

"Kolaborasi antara pemerintah, tokoh masyarakat, mahasiswa, dan seluruh warga adalah kunci utama dalam membangun Probolinggo secara berkesinambungan," tegas Haris.

Bupati Haris juga memaparkan potensi dan tantangan yang dihadapi Kabupaten Probolinggo. Dengan luas wilayah 1.696 km² yang terbagi dalam 24 kecamatan dan 330 desa/kelurahan, daerah ini memiliki modal dasar pembangunan yang besar.

Namun, ia mengakui masih adanya sejumlah tantangan, seperti tingginya angka kemiskinan serta rendahnya kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat, yang ditandai dengan angka rata-rata lama sekolah yang masih perlu ditingkatkan.

Oleh karena itu, Bupati menekankan pentingnya menciptakan iklim daerah yang kondusif dan damai untuk menarik minat investasi. Setiap potensi anarkisme dan kerusuhan, menurutnya, dapat menjadi penghambat serius bagi pembangunan.

"Kami membuka ruang dialog seluas-luasnya. Saya mengapresiasi sikap kritis mahasiswa dan mengajak semua pihak untuk berdiskusi tanpa sekat demi kemajuan bersama," ajaknya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow