FKAUB dan Matos Gelar Perayaan Imlek untuk Perkuat Kerukunan Antarumat Beragama

Forum Komunikasi Antarumat Beragama (FKAUB) Kota Malang bekerja sama dengan Malang Town Square (Matos) menggelar perayaan Imlek dengan melibatkan berbagai elemen keagamaan

30 Jan 2025 - 20:03
FKAUB dan Matos Gelar Perayaan Imlek untuk Perkuat Kerukunan Antarumat Beragama
Penampilan Barongasai pada Perayaan Imlek di Matos Kota Malang (Foto: Farhan/SJP)

KOTA MALANG, SJP – Forum Komunikasi Antarumat Beragama (FKAUB) Kota Malang bekerja sama dengan Malang Town Square (Matos) menggelar perayaan Imlek dengan melibatkan berbagai elemen keagamaan. Acara yang berlangsung pada 30 Januari ini menjadi ajang untuk mempererat persatuan dan toleransi melalui seni dan budaya lintas agama.  

Sekretaris Jenderal FKAUB, Pendeta David Tobing, menyampaikan, acara ini diinisiasi sebagai bagian dari upaya membangun keharmonisan di tengah keberagaman. 

“Kami ingin menunjukkan bahwa kebersamaan itu nyata. Kolaborasi antara berbagai elemen keagamaan dalam satu panggung adalah bukti bahwa perbedaan tidak menjadi penghalang untuk bersatu,” ujarnya.  

Dalam perayaan ini, berbagai unsur agama turut tampil, seperti Hadrah dan Sufi dari Islam, tari-tarian dari Hindu dan Katolik, paduan suara dari Kristen, serta pertunjukan Barongsai dan Wushu dari Konghucu. Selain itu, komunitas penghayat kepercayaan juga turut serta dengan penampilan seni budaya khas mereka.  

Menurut David, kegiatan semacam ini jarang dilakukan, sehingga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk menggelar acara serupa. 

“Orang mungkin tidak membayangkan Barongsai bisa satu panggung dengan Sufi, atau Wushu dengan Tari Pendet. Tapi kami buktikan bahwa itu mungkin dan bisa diterima oleh semua pihak,” tambahnya.  

Matos sebagai tuan rumah memberikan dukungan penuh dengan menyediakan fasilitas dan ruang acara. FKAUB sendiri berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan berkembang di tahun-tahun mendatang. 

“Kami ingin perayaan seperti ini terus berlanjut hingga yang ketiga, keempat, bahkan seterusnya. Tujuan akhirnya adalah memperkuat persaudaraan tanpa melihat perbedaan,” pungkas David.  

Acara ini juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan FKAUB yang berlangsung selama lima hari di Matos, sebagai wadah untuk memperkenalkan keberagaman budaya dan spiritual di Malang Raya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow