Eksotisme Pantai Dlodo, Destinasi Andalan di Selatan Tulungagung yang Makin Dilirik Wisatawan

Dikenal dengan pasirnya yang halus, hamparan laut biru yang luas, serta suasana yang masih asri, Pantai Dlodo kini menjelma menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di wilayah selatan Kabupaten Tulungagung. Terutama sejak keberadaan Jalur Lintas Selatan (JLS) yang mempermudah akses menuju lokasi.

20 Jul 2025 - 21:51
Eksotisme Pantai Dlodo, Destinasi Andalan di Selatan Tulungagung yang Makin Dilirik Wisatawan
Sejumlah anak bermain air di Estuari di pesisir Pantai Dlodo, Tulungagung. (Beny/SJP)

TULUNGAGUNG, SJP - Terletak sekitar 30 kilometer arah selatan dari pusat kota Tulungagung, Pantai Dlodo kini menjelma menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di wilayah selatan Kabupaten Tulungagung.

Dikenal dengan pasirnya yang halus, hamparan laut biru yang luas, serta suasana yang masih asri, pantai yang secara administratif masuk dua wilayah desa yakni Desa Rejosari, Kecamatan Kalidawir dan Desa Panggungkalak, Kecamatan Pucanglaban ini kian ramai dikunjungi wisatawan. Terutama sejak keberadaan Jalur Lintas Selatan (JLS) yang mempermudah akses menuju lokasi.

"Ya, dulu sebelum ada JLS, tingkat pengunjung kurang lebih per hari sekitar 20-30 orang di hari efektif. Kalau hari Minggu dan hari libur, perkiraannya ya 100-an. Tetapi setelah ada JLS, hari Minggu itu bisa mencapai 500 pengunjung," ujar Kepala Desa Rejosari, Sudikan, Minggu (20/7/2025).

Tak hanya menjual panorama alam, Pantai Dlodo juga menjadi penopang ekonomi warga setempat. Dikelola secara profesional oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Citra Gemilang, pantai ini memberi ruang tumbuh bagi pelaku UMKM dan menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Desa (PAD).

"Untuk pengelolaannya, Pantai Dlodo Citra Gemilang ini dikelola BUMDes Citra Gemilang Desa Rejosari. Karena kita butuh PAD juga, sehingga masyarakat khususnya Desa Rejosari dan sekitarnya untuk UMKM dan untuk BUMDes juga berjalan semuanya," imbuh Sudikan.

Dari sisi tarif, harga tiket masuk Pantai Dlodo masih sangat terjangkau. Pengunjung cukup merogoh kocek Rp5.000 di hari biasa, dan Rp8.000 saat event tertentu digelar. Harga ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun luar daerah yang ingin menikmati liburan hemat dengan suasana alami.

"Untuk pengunjung selain dari wilayah Tulungagung dari luar kota juga banyak, dan mayoritas itu dari Surabaya, Sidoarjo, dan juga Nganjuk," jelas Sudikan.

Pemerintah Desa Rejosari berharap adanya perhatian lebih untuk infrastruktur penunjang wisata, terutama kondisi jalan sirip menuju JLS yang mulai rusak. Dengan peningkatan aksesibilitas, potensi Pantai Dlodo sebagai pusat pertumbuhan ekonomi wilayah selatan diharapkan semakin maksimal.

"Saya harap untuk meningkatkan perekonomian di wilayah selatan, saya selalu koordinasi dengan Bapak Camat dan juga mudah-mudahan dari Pak Bupati dan Pak Wabup untuk tahun depan dirancang perbaikan jalan menuju JLS. Karena gak rusak ya," harap Sudikan.

Selain memiliki garis pantai yang panjang, Pantai Dlodo juga memiliki Estuari atau perairan semi tertutup di daerah pesisir yang merupakan pertemuan antara air laut dan air tawar, dan dipengaruhi oleh pasang surut. Estuari ini juga menjadi daya tarik tersendiri karena bisa dijadikan tempat untuk bermain air. Sementara pihak pengelola melarang pengunjung berenang di pantai karena ombak yang besar. 

"Mudah-mudahan dengan adanya jalan yang bagus, perekonomian masyarakat dan juga PAD dan APBD semakin meningkat," pungkas Sudikan.

Salah satu momen terbaik di Pantai Dlodo adalah saat matahari terbenam. Pemandangan matahari yang perlahan tenggelam di ufuk barat, sambil ditemani semilir angin laut dan deburan ombak, akan memberikan pengalaman yang tak terlupakan. (*)

Editor : Danu

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow