Uri-uri Budaya lewat Kirab Satu Suro, Anggota DPRD Jatim: Perkuat Kearifan Lokal di Jombang
Ritual ini menampilkan 26 gunungan kupat lepet hasil pertanian warga, yang diarak oleh empat dusun sebagai wujud penghormatan pada tradisi leluhur.
JOMBANG, SJP – Kirab Satu Suro di Desa Banjaragung, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang menjadi simbol kuat pelestarian budaya Jawa. Acara yang digelar Minggu (20/7/2025) itu menampilkan 26 gunungan kupat lepet hasil pertanian warga, yang diarak oleh empat dusun sebagai wujud penghormatan pada tradisi leluhur.
Kegiatan tahunan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk anggota DPRD Jawa Timur Sumardi. Politisi yang akrab disapa Cak Sumardi itu menyebut kirab sebagai bentuk nyata uri-uri budaya dan ekspresi kearifan lokal yang perlu terus dirawat dan diwariskan ke generasi muda.
"Kita mendukung kegiatan masyarakat, ini sebagai uri-uri budaya Jawa. Kita munculkan kearifan lokal di Desa Banjaragung supaya ada identitas," ujar politisi Partai Golkar ini.
Sumardi menilai kegiatan semacam ini tidak hanya berfungsi sebagai pelestarian budaya, tapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat. Potensi UMKM, hasil bumi, hingga kreativitas warga semuanya tampil dalam kirab, menjadi bagian dari harmoni budaya dan ekonomi desa.
"Kegiatan ini harus diwadahi, karena budaya itu bagian dari identitas yang harus dijaga dan dilestarikan," tegasnya.
Camat Bareng, Usman, menyebut kirab ini dirancang secara gotong royong oleh seluruh elemen masyarakat selama sepekan penuh. Tidak hanya menyatukan warga dalam kegiatan budaya, tetapi juga memberi ruang tumbuh bagi pelaku UMKM dan seniman lokal.
"Kami forkopimcam sangat mendukung, karena dampaknya sangat besar khususnya ekonomi masyarakat dalam bentuk UMKM. Nanti malam juga akan ada selawatan dan bancaan tumpeng bersama," ungkapnya. (*)
Editor : Danu S
What's Your Reaction?

