Ekskavasi Situs Candi Gedog Ditunda, Pemkot Blitar Kekurangan Anggaran

Ekskavasi penting, tapi anggaran bilang nanti saja. Situs Candi Gedog akhirnya hanya dijaga, bukan digali. Pelestarian budaya jalan di tempat, tapi setidaknya gentingnya belum hilang, cuma tertunda untuk digali lagi.

02 Aug 2025 - 19:20
Ekskavasi Situs Candi Gedog Ditunda, Pemkot Blitar Kekurangan Anggaran
Sekda Kota Blitar mengamati struktur Candi Gedog yang belum terungkap sepenuhnya. Pemerintah masih menunda penggalian akibat efisiensi anggaran. (Foto: Istimewa)

KOTA BLITAR, SJP Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar memastikan ekskavasi lanjutan Situs Candi Gedog tidak akan dilakukan pada 2025. Kegiatan itu ditunda karena keterbatasan anggaran dan efisiensi belanja daerah.

Padahal, ekskavasi tahap kelima sebelumnya direncanakan berlangsung tahun ini di Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan. Penundaan ekskavasi membuat upaya pengungkapan keseluruhan struktur candi belum bisa dilanjutkan.

“Karena keterbatasan anggaran, ekskavasi lanjutan Situs Candi Gedog tidak dilakukan tahun ini dan direncanakan pada tahun depan atau 2026,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Blitar Edy Wasono, Ahad (2/8/2025).

Edy menjelaskan, ekskavasi lanjutan penting dilakukan agar keseluruhan struktur Situs Candi Gedog bisa terungkap. Ekskavasi juga menjadi bagian dari upaya pelestarian cagar budaya.

Meskipun ekskavasi tertunda, Edy menyatakan pihaknya tetap menjaga kawasan situs agar tidak rusak. Personel penjaga diturunkan untuk memastikan keamanan fisik struktur cagar budaya tersebut.

“Untuk pemeliharaan tetap dilakukan, ada petugas yang menjaga kawasan Situs Candi Gedog,” jelasnya.

Sebagai informasi, ekskavasi terakhir dilakukan pada 2023 dan merupakan tahap keempat. Saat itu, tim dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur fokus menggali sisi barat luar pagar candi.

Selama sepuluh hari penggalian, tim menemukan sisa struktur bangunan dan reruntuhan atap genting. Temuan itu diduga bagian dari bangunan pendukung candi yang berkaitan dengan aktivitas ritual keagamaan. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow