Dukung Swasembada Pangan, Target LTT Bondowoso Menjadi 103 Ribu Hektare

LTT di Kabupaten Bondowoso akan mengoptimalkan lahan yang sudah tersedia, lahan-lahan tak produktif dan lahan yang selama tak ditanami

17 Jan 2025 - 18:01
Dukung Swasembada Pangan, Target LTT Bondowoso Menjadi 103 Ribu Hektare
Dua orang petani sedang memanen padi di Desa Lombok Kulon, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso. (Foto : Yudis/SJP)

BONDOWOSO, SJP - Demi tercapainya swasembada pangan, seluruh lahan tanam di Kabupaten Bondowoso akan didata oleh penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang bersinergi bersama bintara pembina desa (babinsa).

Kabupaten Bondowoso sendiri ditarget memiliki luas tambah tanah (LTT) seluas 103.374 hektare. Sedangkan saat ini, Bumi Ki Ronggo masih memiliki lahan tanam seluas 95.508 hektare. 

Penjabat (Pj) Bupati Bondowoso, Muhammad Hadi Wawan Guntoro menjelaskan, data lahan tanam tersebut bakal menjadi patokan untuk penambahan lahan tanam baru. Baik lahan yang produktif, maupun yang tidak produktif. 

Namun demikian, dirinya berkomitmen untuk tidak melakukan alih fungsi lahan. Mengingat tidak ada kebijakan yang mendukung hal tersebut. 

"Saat ini, yang kita optimalkan adalah lahan-lahan yang sudah tersedia, lahan-lahan yang tidak produktif, lahan yang selama ini tidak ditanami," jelasnya, Jumat (17/1/2025). 

Selain menambah lahan tanam, pihaknya juga akan menambah masa tanam, agar swasembada pangan yang menjadi nawacita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming tercapai. 

"Yang biasanya satu lahan itu menanam padi hanya satu kali dalam setahun, bisa ditambah menjadi dua kali tanam," sebut Hadi Wawan. 

Sementara, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Bondowoso, Hendri Widotono menyebut, bantuan-bantuan dari pusat seperti sumur bor, sangat berkorelasi dengan tambah tanam dan masa tanam dalam mendukung swasembada pangan di Bondowoso. 

"Kabupaten Bondowoso mendapatkan bantuan sumur bor sebanyak 77 unit di tahun 2024. Sedangkan, tahun 2025 ini, Kodim 0822 mendapatkan bantuan sumur bor sebanyak 36 titik. Selain itu, ada bantuan perpipaan, hingga status kepegawaian PPL ditarik ke pemerintah pusat," pungkasnya. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow