Dugaan Menu Tak Layak, Satgas Selidiki Penarikan 2.500 Porsi Makan Bergizi Gratis di Nganjuk

Fokus utama penyelidikan adalah memastikan apakah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Kampungbaru telah memenuhi standar operasional prosedur (SOP), termasuk kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

16 Dec 2025 - 12:30
Dugaan Menu Tak Layak, Satgas Selidiki Penarikan 2.500 Porsi Makan Bergizi Gratis di Nganjuk
Salah satu pekerja dapur SPPG di Dusun Tangkat, Desa Kampung Baru menutup gerbang usai didatangi jurnalis. (Foto:Kuswanto/SJP)

NGANJUK, SJP — Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Nganjuk mulai melakukan penyelidikan terkait penarikan mendadak ribuan porsi makanan di wilayah Kecamatan Tanjunganom pada Senin (15/12/2025). 

Langkah ini diambil menyusul adanya informasi mengenai ketidaklayakan menu yang berpotensi membahayakan kesehatan siswa.

Wakil Ketua Satgas MBG Nganjuk, Yudhi Ernanto, menyatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti informasi tersebut.

Fokus utama penyelidikan adalah memastikan apakah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Kampungbaru telah memenuhi standar operasional prosedur (SOP), termasuk kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

"Kami berterima kasih atas informasinya dan segera melakukan tindak lanjut. Kami akan mengurai permasalahannya, termasuk memeriksa kelengkapan sertifikasi laik higiene di SPPG tersebut. Hingga saat ini, laporan resmi memang belum masuk ke kami," ujar Yudhi saat dikonfirmasi suarajatimpost.com melalui sambungan pesan, Selasa (16/12/2025).

Peristiwa bermula saat sekitar 2.500 porsi makanan yang telah didistribusikan ke sembilan sekolah, terdiri dari lima Sekolah Dasar (SD) Negeri dan empat Madrasah Ibtidaiyah (MI) ditarik kembali secara mendadak sebelum sempat dikonsumsi oleh para siswa.

Ketua Yayasan Perguruan Daya Muda Al Islam, Miftahul Huda, membenarkan adanya pembatalan tersebut. Menurutnya, pihak sekolah menerima instruksi melalui grup internal guru dengan alasan adanya kesalahan teknis.

"Informasi yang kami terima mendadak. Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, terutama risiko keracunan pada siswa," jelas Miftahul.

Di sisi lain, seorang warga Dusun Takat berinisial YN mengaku bahwa kualitas menu pada hari itu dinilai tidak layak. 

Meski ikan lele yang disediakan tampak segar, proses pembersihannya dianggap tidak higienis karena masih ditemukan kotoran di dalam perut ikan. Selain itu, kata dia muncul dugaan bahwa salah satu komponen menu sudah dalam kondisi basi.

Upaya konfirmasi kepada Kepala SPPG Dusun Takat, Andre Kurniawan, hingga kini belum membuahkan hasil. Saat awak media mendatangi lokasi dapur MBG di Desa Kampungbaru pada Selasa siang, Andre tidak berada di tempat. 

Seorang staf bernama Zaenal enggan memberikan keterangan rinci dan langsung menutup gerbang kantor.

"Semuanya instruksi dari Pak Imam," ujar Zaenal singkat.

Sementara itu, Imam, yang diidentifikasi sebagai pemilik fasilitas dapur, membantah bertanggung jawab atas insiden penarikan tersebut. 

Dalam keterangan via telepon, ia menegaskan bahwa urusan teknis dan distribusi merupakan kewenangan penuh kepala dapur.

"Saya hanya penyedia tempat. Terkait teknis penarikan, itu bukan domain saya. Silakan konfirmasi ke Kepala Dapur," tutupnya. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow