18 Desa di Tulungagung Terima BKK dari Pemprov Jatim Rp 1,7 Miliar, Ini Daftarnya

Sebanyak 18 desa di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, menerima Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Bantuan ini disalurkan melalui tiga program strategis, yakni Jatim Puspa (Jawa Timur Pemberdayaan Usaha Perempuan), Desa Berdaya, dan pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa). Total bantuan yang digelontorkan mencapai Rp1,7 miliar lebih yang disalurkan pada bulan Juli 2025 ini.

17 Jun 2025 - 18:56
18 Desa di Tulungagung Terima BKK dari Pemprov Jatim Rp 1,7 Miliar, Ini Daftarnya
Kepala DPMD Tulungagung secara simbolis menyerahkan Bantuan Keuangan Khusus Pemprov Jatim tahun 2025 kepada perwakilan penerima BKK

TULUNGAGUNG, SJP - Sebanyak 18 desa di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, menerima Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Bantuan ini disalurkan melalui tiga program strategis, yakni Jatim Puspa (Jawa Timur Pemberdayaan Usaha Perempuan), Desa Berdaya, dan pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa). Total bantuan yang digelontorkan mencapai Rp1,7 miliar lebih yang disalurkan pada bulan Juli 2025 ini.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Tulungagung, Iswahjudi, mengatakan program ini menyasar penguatan ekonomi desa, ketahanan pangan, dan pemberdayaan perempuan.

"Bantuannya langsung dalam bentuk keuangan, ada 8 BUMDes yang masing-masing menerima Rp100 juta, kemudian ada 4 desa mendapat Rp100 juta, lalu program Jatim Puspa ada 6 desa dengan total sekitar Rp514 juta," ujar Iswahjudi, Selasa (17/6/2025).

Iswahjudi berharap, dengan pemberian BKK ini bisa meningkatkan desa dalam memberdayakan BUMDesnya.

Menurutnya saat ini yang sering menjadi kendala pengembangan BUMDes di Tulungagung adalah persoalan modal. Sehingga pemberian BKK ini diharapkan bisa memaksimalkan pengembangan BuMDes agar dapat menambah Pendapatan Asli Desa (PAD).

"Alhamdulillah saat ini sekitar 52 persen BUMDes di Tulungagung telah berjalan dengan baik, kemudian ada juga yang masih rintisan dan berkembang, ini yang selalu kita bina, harapannya nanti bisa menjadi BUMDes yang maju," beber Iswahjudi.

Kemudian pemberian BKK untuk program Jatim Puspa yang dikhususkan untuk pemberdayaan perempuan, diharapkan bisa meningkatkan usaha para perempuan desa sehingga bisa membantu peningkatan ekonomi keluarga.

Sedangkan BKK untuk program Desa Berdaya, diharapkan bisa meningkatkan kreatifitas desa dalam menggali dan mengembangkan potensi-potensi yang ada. Sehingga akan muncul ikon-ikon baru yang diharapkan bisa menjadi sumber PAD desa masing-masing.

"Harapannya sekali lagi mudah-mudahan ini bisa meningkatkan PAD di desanya masing-masing," harap Iswahjudi.

Sebagai bentuk koordinasi dan sinergi antar pihak, DPMD Tulungagung juga menggelar sosialisasi yang melibatkan kepala desa, pendamping desa, pengurus BUMDes, serta pihak terkait lainnya.

Kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi serta memperkuat komitmen dalam mengelola bantuan agar tepat sasaran dan berkelanjutan.

Berikut ini adalah daftar desa penerima dan besaran BKK Pemprov Jawa Timur 2025 di Tulungagung.

BKK BUMDes

1. Desa Bangoan Kecamatan Kedungwaru Rp100 juta, usaha yang didanai perdagangan.

2. Desa Winong, Kecamatan Kalidawir, Rp100 juta, usaha yang didanai Wisata puncak Jowin.

3. Desa Pakisrejo, Kecamatan Tanggunggununh, Rp100 juta, usaha yang didanai toko pertanian.

4. Desa Sidorejo, Kecamatan Kauman, Rp100 juta, usaha yang didanai perdagangan.

5. Desa/Kecamatan Tanggunggunung Rp100 juta, usaha yang didanai toko pertanian.

6. Desa Bolorejo, Kecamatan Kauman, Rp100 juta , usaha yang didanai toko.

7. Desa/Kecamatan Campurdarat, Rp100 juta, usaha yang didanai toko.

8. Desa Kromasan, Kecamatan Ngunut, Rp100 juta, usaha yang didanai pertanian pembesaran ikan gurami.

Program Desa Berdaya

1. Desa Bangunjaya Kecamatan Pakel, Rp100 juta

2. Desa Mulyosari, Kecamatan Pagerwojo, Rp00 juta.

3. Desa Samir, Kecamatan Ngunut, Rp00 juta.

4. Desa Tanggulkundung, Kecamatan Besuki, Rp00 juta.

Program Jatim Puspa

1. Desa Majan, Kecamatan Kedungwaru, Rp130.625.000.

2. Desa Tanggulturus, Kecamatan Besuki, Rp94 juta.

3. Desa Podorejo, Kecamatan Sumbergempol, Rp73.500.000.

4. Desa Bantengan, Kecamatan Bandung, Rp75.625.000.

5. Desa Tanggulwelahan, Kecamatan Besuki, Rp70.375.000

6. Desa Boro, Kecamatan Kedungwaru, Rp60 juta. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow