Amankan Nataru, Polres Malang Petakan Titik Rawan dan Siagakan Personel Gabungan
Selain fokus pada 318 personel gabungan yang dikerahkan dari unsur Polri, TNI, dan Pemerintah Kabupaten Malang, kepolisian juga menaruh perhatian pada aspek mitigasi bencana.
MALANG, SJP — Kepolisian Resor (Polres) Malang mematangkan strategi pengamanan menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Langkah ini dilakukan dengan memetakan sejumlah titik rawan aktivitas masyarakat, mulai dari jalur wisata, pusat keramaian, hingga jalur perlintasan yang berpotensi mengalami lonjakan volume kendaraan.
Strategi tersebut dibahas secara mendalam dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral yang digelar di Mapolres Malang, Selasa (16/12/2025).
Pertemuan ini menjadi landasan teknis pelaksanaan Operasi Kepolisian Terpusat Lilin Semeru 2025.
Kapolres Malang, AKBP Danang Setiyo P.S., menjelaskan bahwa karakteristik Kabupaten Malang sebagai daerah tujuan wisata dan jalur penghubung antarwilayah menuntut pengamanan yang ekstra ketat dan berbasis pada potensi kerawanan.
"Operasi Lilin Semeru 2025 bertujuan menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif serta menjamin kelancaran dan keselamatan masyarakat selama momentum Natal dan Tahun Baru," ujar AKBP Danang, Selasa (16/12/2025).
Berdasarkan data kepolisian, terdapat 347 gereja dan tempat ibadah, 183 destinasi wisata, enam stasiun kereta api, serta 13 terminal di wilayah hukum Polres Malang yang diperkirakan akan mengalami lonjakan aktivitas.
Selain fokus pada 318 personel gabungan yang dikerahkan dari unsur Polri, TNI, dan Pemerintah Kabupaten Malang, kepolisian juga menaruh perhatian pada aspek mitigasi bencana.
Wilayah rawan longsor dan banjir, seperti Kecamatan Sumbermanjing Wetan, menjadi prioritas pemantauan mengingat cuaca ekstrem yang kerap terjadi di akhir tahun.
"Pengamanan dilakukan secara menyeluruh, mencakup kegiatan ibadah, kawasan wisata, pemukiman yang ditinggal mudik pemiliknya, hingga antisipasi keramaian pada malam pergantian tahun," tambah kapolres.
Guna memastikan pelayanan maksimal, Polres Malang akan mendirikan sejumlah pos strategis yang beroperasi selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Pos-pos tersebut tersebar di beberapa titik krusial, antara lain Pos Terpadu di Karanglo, Pos Pelayanan di Poncokusumo.
Selanjutnya Pos Pengamanan meliputi Karangploso, Lawang, Jalibar Kepanjen, dan Jalur Lintas Selatan (JLS) Bantur dan Fasilitas Tambahan berupa satu unit pos polisi mobile.
AKBP Danang menekankan bahwa Jalur Lintas Selatan (JLS) dan jalur penghubung dari arah Kota Batu menuju Surabaya akan menjadi atensi khusus terkait potensi kemacetan. Ia menegaskan bahwa Operasi Lilin ini merupakan bentuk pelayanan kemanusiaan untuk menjaga kenyamanan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sosial dan spiritualnya.
"Sinergi lintas sektor akan terus diperkuat untuk memastikan seluruh rangkaian perayaan di Kabupaten Malang berjalan aman, tertib, dan lancar," pungkasnya. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

