Dua Kakak Korban Balita Tewas di Kediri Dipindah ke LKSA, Pemulihan Mental Jadi Prioritas
Kedua bocah tersebut awalnya hendak ditempatkan di Rumah Aman, namun mengingat pentingnya keberlanjutan perawatan maka keduanya kini ditempatkan di LKSA Sahhala.
KEDIRI, SJP - Dua kakak perempuan dari MAM atau N, balita yang ditemukan tewas di dalam rumahnya kini berada dalam naungan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Sahhala, Kelurahan Mojoroto, Kota Kediri.
Seperti diketahui nenek, ibu dan ayah tiri dari MAM saat ini masih dalam pemeriksaan intensif pihak kepolisian. Sejak semalam, usai MAM ditemukan tewas, kedua kakak perempuannya bersama pihak keluarga.
Kedua bocah tersebut awalnya hendak ditempatkan di Rumah Aman, namun mengingat pentingnya keberlanjutan perawatan maka keduanya kini dirawat di LKSA Sahhala.
"Untuk berkelanjutan ke depan anak-anak ini, apalagi ibu sama neneknya semua di Polres ( Polres Kediri Kota). Kadinsos bersama Pj Sekda, Kadis DP3AP2KB membuka koordinasi, akhirnya dipilih dirawat disini ( LKSA Sahhala)," jelas Kepala UPT PPA DP3AP2KB Kota Kediri Suwarsi, Kamis, (16/4/2026).
Keberlanjutan yang dimaksud salah satunya adalah terkait dengan pendidikan. Selain itu, LKSA juga dinilai lebih aman.
"Di sini bisa sekolah juga, karena kedua anak-anak ini belum sekolah semua. Padahal sudah usia 7 tahun sama 6 tahun belum sekolah. Jadi disini bisa sekalian bersekolah, dapat pendidikan, keamanannya juga. Untuk makan juga lebih terurus," ungkapnya lagi.
Sejak tiba di LKSA Sahhala, kedua bocah perempuan itu langsung didampingi oleh psikolog anak UPT PPA DP3AP2KB. Pendampingan ini dilakukan sebagai salah satu langkah menghilangkan trauma yang dialami kedua anak tersebut.
Pendampingan dilakukan sampai trauma keduanya terkikis dan bisa bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.
"Dari awal sudah didampingi psikolog. Didampingi sampai traumanya hilang. Besok akan kita lihat lagi. Kalau bisa menerima keadaan di sini, sudah bisa bersosialisasi dengan anak-anak lain dengan baik dan mentalnya juga bisa naik, baru kita lepas (pendampingan)," tuturnya.
Suwarsi juga mengungkapkan, pihaknya melakukan khusus agar kedua anak tadi mau dirawat di tempat lebih aman.
"Kami rayu, kami ajak belanja, akhirnya mau ke sini," pungkas Suwarsi.
Sementara itu pengasuh LKSA Sahhala Ulya menuturkan kedua anak tadi akan diajak melakukan banyak kegiatan untuk mengisi kehidupan sehari-hari. Hal itu juga sekaligus untuk menghilangkan trauma yang dialami keduanya.
"Banyak kegiatan disini. Jadi anak-anak memang merdeka bermain , berkreasi dan berekspresi. Keduanya bisa bermain, selain disini juga tempatnya luas. Nanti kalau pagi kita ikutkan sekolah bersama teman-temannya. Juga ada taman baca, berkebun. Jadi memang disini memang bagus untuk kesehatan mental anak-anak," tutur Ulya.
Ulya menambahkan anak-anak yang tinggal dan dirawat di LKSA Sahhala biasanya akan menetap sampai usai sekolah menengah atas. Baik itu yang memiliki orang tua atau yatim piatu.
"Kepengasuhan kami layaknya keluarga mas. Jadi apa yang mereka makan ya kita makan, kita masak bersama, ada juga semacam piket," pungkasnya.
MAM atau N sendiri telah dimakamkan di pemakaman setempat pada Kamis pagi. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

