Tiga Kali Job Fair Inklusi, Pemkot Probolinggo Targetkan Serap 2.000 Tenaga Kerja
Pemkot Probolinggo tancap gas tekan pengangguran. Lewat 3 kali Job Fair Inklusi, ditargetkan 2.000 peluang kerja terbuka untuk masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Harapannya, angka pengangguran bisa turun hingga 50 persen.
PROBOLINGGO, SJP – Pemerintah Kota Probolinggo terus menggencarkan berbagai langkah strategis untuk menekan angka pengangguran yang hingga kini masih tergolong tinggi. Salah satu upaya konkret yang dilakukan adalah dengan menyelenggarakan Job Fair Inklusi sebanyak tiga kali dalam satu tahun, dengan target mampu membuka peluang kerja bagi sekitar 2.000 pencari kerja.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Probolinggo per Agustus 2025, jumlah Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat mencapai 6.555 orang. Angka tersebut mengalami peningkatan sebesar 0,49 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yakni 2024, yang berada di angka 5.748 orang. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah penanganan yang efektif.
Secara umum, pengangguran terbuka dibagi menjadi tiga kelompok utama. Pertama, mereka yang belum memperoleh pekerjaan namun masih aktif mencari kerja. Kedua, individu yang sebenarnya sudah diterima bekerja, tetapi belum mulai bekerja karena masih menjalani proses atau tahapan tertentu. Ketiga, kelompok yang sudah tidak lagi memiliki motivasi untuk mencari pekerjaan atau bekerja, yang kerap disebut sebagai desperate workers.
Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, mengungkapkan bahwa dalam rentang waktu 1 Mei hingga 31 Agustus 2026 akan dilaksanakan sensus ekonomi. Dalam kegiatan tersebut, salah satu indikator penting yang menjadi perhatian adalah masih tingginya angka pengangguran terbuka di Kota Probolinggo.
“Pada tahun 2025 terdapat tujuh indikator pembangunan, di antaranya peningkatan sektor pendidikan, indeks pembangunan manusia, kesehatan, penurunan angka kemiskinan, serta pertumbuhan ekonomi. Hampir seluruh indikator tersebut berhasil dicapai, namun masih ada satu yang menjadi pekerjaan rumah, yakni pengangguran terbuka,” ujarnya.
Sebagai langkah nyata untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kota Probolinggo kembali menggelar Job Fair Inklusi yang pada tahun ini direncanakan berlangsung sebanyak tiga kali. Kegiatan perdana telah dilaksanakan pada Rabu, 15 April 2026, dengan melibatkan puluhan perusahaan dari berbagai sektor.
Dalam pelaksanaan job fair tersebut, tercatat sebanyak 30 perusahaan turut berpartisipasi dengan menyediakan total 666 lowongan pekerjaan. Rinciannya, sebanyak 321 posisi diperuntukkan bagi perempuan dan 345 posisi untuk laki-laki. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberikan kesempatan kerja yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Jika dalam satu kali penyelenggaraan job fair mampu menyediakan sekitar 600 lowongan pekerjaan, maka melalui tiga kali pelaksanaan diharapkan jumlah peluang kerja yang tersedia dapat mencapai sekitar 2.000 posisi. Program ini juga secara khusus memberikan perhatian kepada kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas, agar mereka memiliki kesempatan yang sama dalam dunia kerja.
“Melalui pelaksanaan job fair ini, kami berharap angka pengangguran di Kota Probolinggo dapat ditekan hingga 50 persen, seiring dengan terserapnya tenaga kerja baru dari berbagai kalangan,” tambah dr. Aminuddin.
Langkah ini diharapkan tidak hanya mampu mengurangi angka pengangguran, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

