Inovasi Teknologi AI untuk Modernisasi Peternakan Ayam

Universitas Brawijaya (UB) kembali meluncurkan inovasi berbasis teknologi untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

23 Jan 2025 - 19:29
Inovasi Teknologi AI untuk Modernisasi Peternakan Ayam
Foto Alat LENTERA Saat di uji coba di Kandang ayam pedaging selama 35 hari

KOTA MALANG, SJP - Universitas Brawijaya (UB) kembali meluncurkan inovasi berbasis teknologi untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Salah satu inovasi terbaru adalah Layanan Teknologi Real-Time untuk Ayam (LENTERA), sistem berbasis kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT) yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas peternakan ayam.

LENTERA merupakan gagasan Danung Nur Adli, dosen Fakultas Peternakan UB. Sistem ini ditujukan untuk membantu peternak kecil beradaptasi dengan tantangan iklim yang tidak menentu di Indonesia. 

“Suhu di pagi hari bisa dingin, sementara siang hari tiba-tiba panas. Kondisi ini sering membuat ayam stres dan menurunkan produktivitasnya,” ujar Danung.

Teknologi LENTERA memungkinkan pemantauan suhu, kelembapan, dan konsumsi pakan secara real-time melalui aplikasi smartphone. Sistem ini didesain untuk generasi peternak milenial yang akrab dengan teknologi digital. 

“Dengan LENTERA, peternak bisa memantau kondisi ayam dari mana saja tanpa harus masuk kandang, sehingga lebih efisien,” tambahnya.

Selain pemantauan, LENTERA dilengkapi dengan fitur otomatisasi. Misalnya, jika suhu kandang melebihi batas ideal, sistem secara otomatis akan mengaktifkan kipas pendingin untuk menjaga suhu tetap stabil.

Teknologi ini diadaptasi untuk peternakan sistem open house yang lebih rentan terhadap perubahan suhu dibandingkan closed house.

Prototipe LENTERA telah diuji coba di laboratorium in vivo di Karangploso untuk mengukur dampak pengaturan suhu terhadap berat badan ayam. 

“Jika suhu kandang nyaman, ayam lebih banyak makan dibandingkan minum, yang berkontribusi pada peningkatan bobotnya,” jelas Danung.

Pengembangan teknologi LENTERA juga melibatkan kolaborasi dengan Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) UB. Tirana Noor Fatyanosa, menjelaskan bahwa teknologi ini menggunakan model prediktif berbasis machine learning. 

“Model ini memproses data suhu, kelembapan, dan konsumsi pakan secara real-time untuk memberikan rekomendasi atau mengatur kondisi kandang secara otomatis,” ungkap Tirana.

FILKOM turut menyediakan dukungan teknis berupa server untuk memproses data dari sensor IoT. Menurut Tirana, tantangan terbesar dalam pengembangan ini adalah memastikan akurasi data dan memproses data mentah menjadi informasi yang optimal untuk model AI. 

“Meski begitu, manfaat teknologi ini sepadan dengan biaya pengembangannya, terutama dalam meningkatkan produktivitas peternakan,” katanya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow