Disparta Kota Batu Targetkan 11,5 Juta Kunjungan Wisata Tahun 2025

Dengan tercapainya target kunjungan wisata itu, akan berdampak pada perputaran ekonomi warga, terbukanya lapangan pekerjaan, serta peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Batu.

26 Apr 2025 - 19:21
Disparta Kota Batu Targetkan 11,5 Juta Kunjungan Wisata Tahun 2025
Sejumlah wisatawan sedang berada di salah satu destinasi wisata di Kota Batu. (Foto: Arul/SJP)

KOTA BATU, SJPMeski diterpa kebijakan efisiensi anggaran, Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu tetap menargetkan peningkatan kunjungan wisatawan sebesar 5 persen di tahun 2025.

Kunjungan wisata tahun ini ditargetkan setidaknya mencapai 11,5 juta wisatawan. Target itu sedikit lebih tinggi dari realisasi kunjungan wisata tahun 2024 yang mencapai 11,005 juta wisatawan.

Kepala Disparta Kota Batu, Onny Andrianto mengatakan, kebijakan efisiensi anggaran sebenarnya berdampak signifikan terhadap program yang sudah disusun.

Oleh karena itu, pihaknya harus melakukan pengurangan beberapa kegiatan di tahun ini. Namun pihaknya tetap optimistis target tersebut bisa terealisasi meski terdampak efisiensi anggaran.

“Kami akan aktif berkomunikasi, berkolaborasi, dan menjalin sinergi dengan pelaku usaha wisata, agar daya tarik wisata bisa dipromosikan maksimal. Menggandeng media massa dan memanfaatkan media sosial,” paparnya, Sabtu (26/4/2025).

Sebab menurutnya, Kota Batu memiliki sejumlah destinasi wisata unggulan. Seperti Jawa Timur Park, Selecta, wisata alam, dan desa wisata yang terus berinovasi untuk menarik lebih banyak wisatawan. 

Sejumlah destinasi wisata itu diyakini tetap menjadi magnet utama Kota Batu. Belum lagi potensi kuliner dan hasil produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang semakin berkembang pesat.

Meski demikian, Onny tidak menampik adanya dampak dari efisiensi anggaran. Bahkan, pihaknya terpaksa melakukan pengurangan 3 event dan beberapa pengurangan volume rincian pekerjaan.

Dia menyebut, dalam kalender wisata 2025 sebelumnya, terdapat 72 event pariwisata yang mencakup berbagai bidang. Namun dengan efisiensi anggaran, kini jumlahnya menjadi 69 event.

Event-event besar seperti kejuaraan paralayang, rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Batu, hingga Batu Art Flower Festival yang menjadi daya tarik utama, akan tetap digelar.

“Tapi yang jelas, hal tersebut tidak akan mengurangi upaya kami untuk mempromosikan potensi pariwisata di Kota Batu,” imbuh Onny.

Menurutnya, dengan kekayaan potensi wisata Kota Batu yang sangat beragam, serta berbagai pengembangan dan inovasi oleh pelaku wisata, pihaknya optimistis target tersebut bisa tercapai.

Dengan tercapainya target kunjungan wisata itu, akan berdampak pada perputaran ekonomi warga, terbukanya lapangan pekerjaan, serta peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Batu. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow