Anak Indonesia Berseni di Negeri Sakura: Tiga Siswa Lotus Art Courses Menang di Jepang
Tiga anak Indonesia menaklukkan panggung seni dunia di Jepang, menyisihkan ribuan karya dari 68 negara lewat ekspresi jujur mereka dalam lomba gambar anak internasional.
SURABAYA, SJP - Jepang bukan hanya dikenal sebagai Negeri Sakura, melainkan juga sebagai salah satu pusat seni dan kebudayaan yang memiliki pengaruh besar di dunia. Dari lukisan tradisional hingga modern, kreativitas dan ekspresi visual, menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Jepang.
Di tengah atmosfer kreatif tersebut, tiga anak Indonesia tampil bersinar. Bukan hanya sebagai penikmat atau penonton, melainkan sebagai pemenang dalam ajang seni rupa internasional.
Ajang Seni Dunia yang Bergengsi
Prestasi membanggakan diraih oleh siswa-siswi Lotus Art Courses Indonesia dalam ajang ”32nd Annual World Children’s Picture Contest tahun 2024”.
Lomba internasional bergengsi tersebut diselenggarakan oleh Ie No Hikari Association, sebuah lembaga budaya yang berbasis di Jepang dan telah puluhan tahun berkomitmen mengangkat kreativitas anak-anak dari berbagai penjuru dunia.
Dengan tema “Self Expression,” kompetisi ini mengajak anak-anak untuk menyampaikan pikiran, perasaan, dan identitas mereka melalui karya visual.
Dari 11.479 karya seni yang masuk, mewakili 68 negara dan wilayah, hanya 200 karya yang dinyatakan lolos seleksi akhir oleh dewan juri profesional melalui dua tahap penilaian ketat.
Tiga Nama dari Indonesia Menggema di Jepang
Dari 200 karya yang terpilih, tiga di antaranya berasal dari Indonesia. Mereka dibina oleh lembaga seni Lotus Art Courses yang berbasis di Surabaya.
Tiga delegasi Indonesia tersebut yakni, Vivian Edvin, yang menyabet bronze prize; Ameera Cremelicia K, yang juga meraih bronze prize; dan R Anggoro Mulneo, memperoleh penghargaan honorable mention.
Ketiganya menunjukkan kekuatan imajinasi dan ekspresi diri dalam karyanya. Mereka berhasil memikat hati juri dan bersanding dengan karya anak-anak dari negara maju dalam seni visual.
Kebanggaan dari Lotus Art Spaces Surabaya
Keberhasilan ini disambut penuh rasa haru dan bangga oleh I Putu Mahendra, pendiri dan pemilik Lotus Art Courses. Menurut dia, pencapaian anak didiknya itu adalah bukti bahwa anak-anak Indonesia memiliki potensi luar biasa dalam dunia seni rupa, asalkan diberikan ruang dan pendampingan yang tepat.
"Saya sangat terharu dan bangga melihat karya anak-anak Indonesia bisa mendapat tempat di ajang internasional seperti ini," ujarnya.
"Lomba ini bukan hanya soal menang, tapi soal mengekspresikan jati diri di panggung global. Itu yang membuat saya benar-benar bangga. Semoga pencapaian ini menjadi inspirasi bagi anak-anak lainnya untuk terus berkarya dan mengekspresikan diri melalui seni,” imbuh I Putu Mahendra.
Dia juga menggarisbawahi pentingnya pendekatan pendidikan seni yang bukan hanya teknis, tetapi juga emosional dan personal.
"Kami tidak hanya mengajarkan teknik menggambar, tapi bagaimana anak-anak bisa jujur terhadap perasaan mereka dan menuangkannya lewat warna dan bentuk. Itulah makna ekspresi diri yang sesungguhnya," tambahnya dengan penuh keyakinan.
Membuka Jalan bagi Generasi Penerus Seni
Menurut I Putu Mahendra, kemenangan itu tidak hanya menjadi pencapaian bagi ketiga siswa tersebut, tetapi juga membuka peluang bagi anak-anak lain di Indonesia untuk berani berkarya dan tampil di pentas dunia.
"Saya ingin ini jadi inspirasi. Bukan hanya untuk siswa Lotus, tapi untuk anak-anak Indonesia di mana pun. Kita punya banyak bakat tersembunyi yang bisa jadi bintang berikutnya di kancah internasional," pungkasnya. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

