Disnakan Bojonegoro Kirim Sampel Lendir Sapi ke Pusvetma Surabaya
Lendir itu diperioleh dari hasil swab terhadap sapi yang tersebar di 28 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro
BOJONEGORO, SJP - Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Bojonegoro mengirimkan sampel lendir sapi yang diduga terjangkit Penyakit Mulut Dan Kuku (PMK) ke Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) Surabaya.
Sampel lendir itu kemudian diidentifikasi untuk mengetahui sapi terjangkit virus PMK atau tidak. Sampel lendir itu diperoleh setelah Disnakan Kabupaten Bojonegoro melakukan swab terhadap ratusan ekor sapi milik peternak yang tersebar di 28 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro.
Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Disnakan Kabupaten Bojonegoro, drh. Lutfi Nurrahman mengatakan, setelah banyak sapi mati mendadak, pihaknya langsung menerjunkan petugas untuk melakukan swab.
Kejadian sapi mendadak salah satunya ditemukan di di Desa Papringan, Kecamatan Temayang. Swab dilakukan kepada seluruh hewan ternak. Baik sapi maupun kambing di seluruh wilayah Kabupaten Bojonegoro.
"Dari tindakan swab pada ratusan ternak, kami mengirim 10 sampel lendir ke Pusvetma Surabaya," ucapnya, Selasa (14/1/2025).
Lutfi menjelaskan, ada beberapa gejala yang muncul jika hewan ternak terjangkit virus PMK. Saah satunya liur berlebih atau hipersalivasi. Kemudian terdapat luka pada hidung. Sapi mengalami muntah-muntah, seriawan, kaki pincang, dan menurunnya nafsu makan.
Jika didapati gejala demikian, pihaknya menghimbau para peternak untuk segera melaporkannya kepada petugas atau mantri ternak di masing-masing kecamatan. Selain itu, memisahkan ternak yang mengalami gejala PMK dari ternak lain.
"Untuk pencegahan, beri minuman yang sifatnya asam pada ternak. Seperti jeruk," tandasnya.
Ada beberapa langkah yang harus diperhatikan oleh peternak. Seperti tidak memperjualbelikan ternak yang sakit, rutin membersihkan kandang, menjemur ternak selama 15 sampai 30 menit. Kemudian memberi pakan hijauan yang lunak, serta memberi air yang cukup.
Diberitakan sebelumnya, wabah PMK membuat resah para peternak di Kabupaten Bojonegoro. Pasalnya, dalam sepekan terakhir, terdapat belasan ekor sapi mati dan diduga terjangkit virus yang menyerang bagian mulut dan kuku ternak.
Seperti yang terjadi di Desa Papringan, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, 13 ekor sapi diketahui mati dalam sepekan terakhir. Warga pun banyak yang memutuskan untuk menjual sapi ternak mereka. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

