Harga LPG 3 Kg di Jatim Resmi Naik Jadi Rp 18.000 per 15 Januari 2025

Kenaikan harga LPG itu telah disosialisasikan sebelumnya oleh Pemprov Jatim kepada seluruh pemkab dan pemkot di Jatim

14 Jan 2025 - 11:32
Harga LPG 3 Kg di Jatim Resmi Naik Jadi Rp 18.000 per 15 Januari 2025
Dwi Handono saat di kantor DPC Hiswana Migas di Kota Malang. (Foto: Isbi/SJP)

KOTA PASURUAN, SJP — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur resmi mengumumkan kenaikan harga eceran tertinggi (HET) untuk LPG 3 kilogram per tanggal 15 Januari 2025 besok.

"Kenaikan elpiji 3 Kilogram sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor: 100.3.3.1/801/KPTS/013/2024 yang diterbitkan pada 24 Desember 2024," kata Dwi Handono, salah satu pemilik agen LPG PT Petrolindo Migas saat ditemui pada Selasa (14/1/2025).

Dia menjelaskan, rencana kenaikan harga ini telah disosialisasikan kepada seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Timur dan akan dilakukan hingga ke tingkat kelurahan dan desa. Sosialisasi itu dilaksanakan di Hotel ELMI Surabaya pada tanggal 7 Januari 2025.

Sosialisasi itu disampaikan langsung oleh Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jawa Timur, Mhd. Afftabuddin Rz. Harga LPG 3 kilogram akan naik sebesar Rp 18.000 per tabung sesuai dengan ketentuan dalam SK Gubernur.

Masyarakat juga diingatkan untuk membeli LPG 3 kilogram hanya di pangkalan LPG resmi. Tujuannya, agar harga yang dibayar, sesuai dengan ketetapan yang berlaku. Pangkalan LPG resmi ini merupakan saluran distribusi yang diakui oleh pemerintah.

“Dan akan menjamin harga sesuai HET yang telah ditetapkan," jelasnya.

Handono berharap, dengan adanya penyesuaian harga ini, distribusi LPG 3 kilogram dapat berjalan lebih efisien dan tepat sasaran. Agar Serta membantu menjaga ketersediaan pasokan yang cukup untuk kebutuhan masyarakat.

"Untuk stok aman. Dan bagi masyarakat, bisa membeli langsung LPG bersubsidi di pangkalan resmi yang ada papan namanya, atau sudah terdaftar. Agar lebih hemat," ujarnya.

Hardono juga menyebut, LPG bersubsidi kemasan 3 kilogram masih menjadi primadona bagi masyarakat. Terutama bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sebab, harganya relatif terjangkau.

"Elpiji tiga kilogram masih menjadi primadona bagi masyarakat. Karena harganya lebih terjangkau bagi masyarakat dan para pelaku UMKM," tutupnya. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow