Benarkah MSG Bisa Membuat Anak Bodoh?
Menu makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Bondowoso ternyata non MSG. Sehingga, dipastikan oleh ahli gizi, semua yang disajikan sudah sesuai takaran dan kebutuhan gizi siswa.
SUARAJATIMPOST.COM – Banyak orang tua yang tidak menambahkan MSG (monosodium glutamate) ke dalam makanan yang disajikan kepada anak-anak. Begitu juga dapur masak makan bergizi gratis (MBG) yang ada di Kabupaten Bondowoso.
Semua makanan yang diberikan dalam program Presiden Prabowo Subianto ini, ternyata non MSG, alias tanpa vetsin atau micin. Sehingga, bagi para siswa di Kabupaten Bondowoso yang menyantapnya, rasanya sedikit hambar.
Namun, rasa hambar itu bukan berarti makananya tidak bergizi. Bisa jadi rasa itu baru di lidah para siswa, yang keseringan menyantap makanan gurih dan lezat dengan penyedap rasa buatan seperti vetsin.
Saat penyaluran MBG di Bondowoso, Senin (13/1/2025) kemarin, menu pertama yang disajikan oleh SPPG di eks markas 514 Badean, selain nasi putih, ada tumis wortel dan buncis. Ada juga tahu goreng, dan daging ayam yang dilengkapi dengan buah pisang serta susu.
Semua menu makanan itu bebas MSG, karena penggunaan MSG yang berlebihan juga berdampak buruk bagi perkembangan anak. Bahkan, tidak sedikit orang tua menghindari micin dalam makanan yang disajikan kepada anak.
Alasannya, bumbu penguat rasa ini disebut-sebut bisa membuat anak bodoh. Oleh sebab itu, untuk mengetahui kebenaran dari anggapan tersebut, harus ada penjelasannya dari sisi medis.
MSG atau micin merupakan bumbu tambahan pada masakan yang memberikan rasa gurih dan umami. Masakan yang ditambahkan MSG umumnya akan lebih lezat dan enak sehingga anak-anak pasti menyukainya.
Dipercaya Bisa Membuat Anak Jadi Bodoh?
Sama halnya seperti konsumsi gula atau garam, konsumsi MSG yang berlebihan dan dalam jangka panjang bisa menimbulkan sejumlah keluhan, seperti pusing, mual, sakit kepala, dan migrain.
Selain itu, rasa umami dari micin juga bisa meningkatkan nafsu makan. Nah, bila nafsu makan tidak terkendali dapat menyebabkan kelebihan berat badan atau obesitas.
Meski begitu, perlu penggunaan yang bijak sehingga tidak perlu khawatir berlebihan. Kalau digunakan dengan bijak, penggunaan MSG tidak seburuk itu.
Karena, hingga saat ini, belum ada bukti yang menyatakan kalau anak yang makan MSG akan jadi bodoh. Food and Drug Administration (FDA) dan BPOM juga telah mengklasifikasikan MSG ke dalam bumbu masakan yang tergolong aman untuk dikonsumsi.
Tips Aman Konsumsi MSG untuk Anak
Dari penjelasan tersebut bisa disimpulkan bahwa MSG aman dikonsumsi oleh anak. Bahkan, peningkatan nafsu makan akibat penambahan MSG sebenarnya bisa berefek baik, apalagi untuk anak-anak yang malas makan.
Misalnya saja, anak yang tidak suka makan sayur, perlu disiasati dengan menambahkan sedikit vetsin agar memancing selera anak untuk menyukai makan sayuran.
Namun, pastikan jangan berlebihan menggunakan MSG. Jika perlu menambahkan penyedap rasa ini, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Batas aman anak mengonsumsi MSG dan garam adalah kurang dari 1 sendok teh.
- Perhatikan jajanan dan makanan ringan anak. Baca label kemasan dengan baik dan hindari memberikan camilan yang tinggi garam dan MSG.
- Jeli dalam melihat komposisi lain yang juga mengandung MSG, seperti hydrolyzed soy protein, glutamic acid, yeast extract, sodium caseinate, dan autolyzed yeast.
Penggunaan MSG dalam menu sehari-hari tidak akan lantas membuat anak bodoh, asalkan tidak berlebihan. Selain itu, anak yang cerdas dan berprestasi tidak ditentukan oleh kebiasaan mengonsumsi MSG, tetapi dipengaruhi oleh beragam faktor, seperti pola makan, pola asuh, pendidikan, dan lingkungan di sekitarnya.
Agar buah hati selalu sehat, berikan ia makanan bergizi setiap hari. Orang tua harus bijak memilih makanan yang mengandung MSG alami, seperti keju, tomat, bawang merah, bawang putih, daun bawang, kunyit dan jamur.
Sedangkan, untuk meningkatkan fungsi otak dan kecerdasan anak, berikan juga ia makanan untuk otak, seperti telur, brokoli, kacang-kacangan, dan ikan.
Jika penambahan sedikit MSG dalam makanan justru bisa menambah nafsu makan pada anak, tidak ada salahnya untuk menambahkannya. Namun, kalau setelah mengonsumsinya justru ada keluhan, seperti sakit kepala, mual, atau berkeringat, sebaiknya hentikan penggunaan MSG. (**)
Sumber : Alodokter.com
Editor : Ali Wafa
What's Your Reaction?

