Peak Season Lebaran, Kota Batu Dipadati 1,7 Juta Kendaraan

Volume kendaraan tertinggi tercatat pada Minggu, 6 April 2025, dengan total 232.444 unit kendaraan melintas. Sedangkan volume terendah terjadi pada hari H Lebaran, yakni 31 Maret 2025, dengan jumlah kendaraan hanya mencapai 172.045 unit.

09 Apr 2025 - 18:59
Peak Season Lebaran, Kota Batu Dipadati 1,7 Juta Kendaraan
Kepadatan kendaraan saat lebaran dikawasan Jalan Hasanudin Kota Batu (Arul/SJP)

KOTA BATU, SJP - Kota Batu mengalami lonjakan arus lalu lintas selama peak season libur Lebaran 2025. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu mencatat sebanyak 1.727.870 kendaraan keluar masuk wilayah tersebut selama delapan hari, mulai 31 Maret hingga 7 April 2025.

Kabid Lalu Lintas Dishub Kota Batu Ahmad Supriyanto pada Rabu (9/4/2025) menerangkan, volume kendaraan tertinggi tercatat pada Minggu, 6 April 2025, dengan total 232.444 unit kendaraan melintas. Sedangkan volume terendah terjadi pada hari H Lebaran, yakni 31 Maret 2025, dengan jumlah kendaraan hanya mencapai 172.045 unit.

"Data ini diperoleh melalui kamera E-TLE ITS milik Dishub yang aktif sejak 24 Maret hingga 7 April. Selama libur Lebaran, rata-rata jumlah kendaraan yang melintas di Kota Batu mencapai 200 ribu unit per hari,” terangnya.

Adapun rincian arus kendaraan selama periode libur Lebaran, pada 31 Maret tercatat sebanyak 172.045 kendaraan melintas. Kemudian pada 1 April terdapat 215.169 kendaraan, 2 April sebanyak 225.948 kendaraan, dan 3 April mencapai 228.949 kendaraan.

Selanjutnya, pada 4 April tercatat 203.321 kendaraan, disusul 5 April sebanyak 217.692 kendaraan. Volume kendaraan kembali meningkat pada 6 April dengan 232.444 kendaraan, dan sedikit menurun pada 7 April dengan jumlah 232.302 kendaraan.

Jika ditambah dengan arus kendaraan selama masa mudik (24–30 Maret 2025) sebanyak 1.499.422 kendaraan, maka total kendaraan yang keluar masuk Kota Batu selama momen Lebaran mencapai 3.227.292 unit.

Sementara itu Kasat Lantas Polres Batu, AKP Kevin Ibrahim, menyebutkan kepadatan didominasi di sekitar destinasi wisata seperti Jatim Park 1–3, Selecta, Museum Angkut, hingga kawasan Paralayang.

"Puncak peningkatan terjadi mulai 2 April. Mayoritas pengendara merupakan wisatawan. Untuk mengurai kepadatan, kepolisian menerapkan rekayasa lalu lintas dengan skema jalur alternatif dan pengalihan arus, serupa dengan Operasi Lilin Semeru saat Natal dan Tahun Baru lalu," tandasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow