Dirut PDAM Gresik Klaim 250 Pegawai Dibekali Pelatihan Kompetensi Tiap Tahun
Selain 250 pegawai lapangan, Kurnia mengungkap Kepala Bagian (Kabag) dan Kepala Sub Bagian (Kasubag), mereka sudah mengantongi sertifikasi uji kompetensi manajemen air.
GRESIK, SJP - Direktur Utama Perusahaan umum daerah (Perumda) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Giri Tirta Kabupaten Gresik, Kurnia Suryandi, mengklaim sebanyak 250 pegawai PDAM Gresik telah berkompetensi dengan pelatihan atau bimbingan teknis (bimtek) setiap tahun.
Meskipun beberapa di antaranya belum sesuai bidang jurusan pendidikan yang dimiliki, ia menyebut bimtek itu menjadi upaya perusahaan memberikan pembekalan kompetensi diri.
Selain 250 pegawai lapangan, Kurnia mengungkap, Kepala Bagian (Kabag) dan Kepala Sub Bagian (Kasubag), mereka sudah mengantongi sertifikasi uji kompetensi manajemen air.
"Setiap tahun, kita kasih pelatihan teknik untuk petugas bagian teknik, operator, maupun perpipaan. Kabag dan Kasubag sudah bersertifikasi uji kompetensi," kata Kurnia, Senin (26/1/2026).
Kurnia mengungkap, tak menampik kondisi PDAM Gresik yang tengah bangkit dari sakit, kepemimpinannya sejak dilantik tahun 2022 silam.
Menurut dia, seluruh pegawai bisa belajar asalkan diberikan kesempatan. Sebanyak 250 orang pegawai lapangan diberikan pelatihan setiap tahun dan mendapatkan sertifikat.
"Semua upaya sudah kita lakukan tiga tahun ini. Itu memang dipersyaratkan. Ada nilainya," jelasnya.
Lanjut Kurnia, PDAM Gresik seiring bangkit dari keterpurukan dengan menekan angka kebocoran air (Non-Revenue Water).
Di mana sejak kepemimpinan dia, angka kebocoran air PDAM sudah berkurang delapan persen.
Salah satu solusi mengurangi kebocoran adalah meteran air yang sudah puluhan tahun tudak diganti.
"Dari kebocoran awal masuk 43 persen. Sampai akhir tahun 2025 mengurangi 35 persen. Sudah ada kebocoran air berkurang delapan persen," paparnya.
Ia juga memaparkan kerugian dan piutang yang ditanggung PDAM merupakan masih berjalan bukan macet. Jadi hal tersebut masih belum bisa jadi ancaman perusahaan pailit.
"Kecuali kalau hutang macet, beda lagi," pungkasnya.
Diketahui sebelumnya, kinerja buruk PDAM Gresik ini menjadi sorotan anggota DPRD Gresik lantaran mencatatkan kerugian sebesar Rp43 miliar dan total utang perusahaan bahkan telah mencapai sekitar Rp190 miliar di akhir tahun 2025.
Sejumlah pegawai PDAM Gresik yang tidak sesuai dengan kompetensi diri yang dimiliki yang diduga turut berdampak kepada kinerja perusahaan. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

