Diresmikan Plt Bupati dan Dandim Tulungagung, Jembatan Garuda di Desa Kates Perkuat Akses Pendidikan dan Perekonomian Warga

Keberadaan jembatan tersebut memiliki peran strategis karena menjadi jalur utama yang digunakan warga dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari. Kerusakan yang terjadi sebelumnya sempat menghambat mobilitas masyarakat, terutama dalam sektor pendidikan dan ekonomi.

09 Jun 2026 - 21:55
Diresmikan Plt Bupati dan Dandim Tulungagung, Jembatan Garuda di Desa Kates Perkuat Akses Pendidikan dan Perekonomian Warga
Peresmian Jembatan Garuda di Desa Kates Kecamatan Kauman, Tulungagung. (Beny/SJP)

TULUNGAGUNG, SJP - Pemerintah Kabupaten Tulungagung bersama jajaran TNI meresmikan Jembatan Garuda di Desa Kates, Kecamatan Kauman, Selasa (9/6/2026). Peresmian jembatan sepanjang 5 meter tersebut dilakukan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin bersama Komandan Kodim (Dandim) 0807/Tulungagung Letkol Arh Hanny Galih Satrio.

Jembatan Garuda merupakan salah satu proyek pembangunan infrastruktur yang mendapat dukungan pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Program tersebut menjadi bagian dari bantuan Presiden RI Prabowo Subianto untuk meningkatkan konektivitas dan memperlancar aktivitas masyarakat di berbagai daerah.

Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin menjelaskan bahwa jembatan yang berada di Desa Kates tersebut telah berdiri sejak tahun 1985. Namun, seiring berjalannya waktu, kondisi bangunan mengalami penurunan kualitas akibat faktor usia sehingga tidak lagi mampu memberikan layanan optimal bagi masyarakat.

"Sebelumnya, jembatan ini memiliki panjang 5 meter dengan lebar 2 meter. Karena kondisinya sudah mengalami kerusakan, akhirnya diajukan kepada pemerintah pusat untuk mendapatkan perbaikan," ujarnya.

Menurut Ahmad Baharudin, keberadaan jembatan tersebut memiliki peran strategis karena menjadi jalur utama yang digunakan warga dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari. Kerusakan yang terjadi sebelumnya sempat menghambat mobilitas masyarakat, terutama dalam sektor pendidikan dan ekonomi.

Sementara itu, Dandim 0807 Tulungagung Letkol Arh Hanny Galih Satrio mengatakan bahwa pembangunan Jembatan Garuda merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta TNI Angkatan Darat turut membantu percepatan pembangunan dan rehabilitasi jembatan di sejumlah wilayah.

Ia menjelaskan, setelah proses renovasi selesai dilakukan, jembatan mengalami peningkatan kapasitas melalui pelebaran konstruksi. Jika sebelumnya hanya memiliki lebar 2 meter, kini Jembatan Garuda yang dibangun menggunakan struktur beton memiliki lebar 3,5 meter dengan panjang tetap 5 meter.

"Perbaikan ini tidak hanya meningkatkan kualitas konstruksi, tetapi juga memperluas akses masyarakat sehingga mobilitas menjadi lebih aman dan nyaman," katanya.

Lebih lanjut, Hanny menegaskan bahwa Jembatan Garuda memiliki fungsi vital bagi warga Desa Kates. Selain menjadi akses utama bagi pelajar menuju sekolah, jembatan tersebut juga menjadi jalur distribusi hasil pertanian dan peternakan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat.

"Jembatan ini menghubungkan kawasan permukiman dengan fasilitas pendidikan. Selain itu, menjadi jalur penting untuk mengangkut hasil pertanian maupun peternakan warga," jelasnya.

Tidak hanya di Desa Kates, program bantuan pembangunan jembatan dari Presiden Prabowo juga direalisasikan di sejumlah titik lain di Kabupaten Tulungagung. Secara keseluruhan, terdapat enam unit jembatan yang dibangun melalui program tersebut, terdiri atas lima jembatan beton dan satu jembatan gantung.

Lima jembatan beton tersebut tersebar di beberapa wilayah, di antaranya dua unit di Kecamatan Kalidawir, satu unit di Desa Kates, satu unit di Desa Gondang Gunung, serta satu unit lainnya di Desa Samar. Kehadiran infrastruktur tersebut diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan.

Terkait pembiayaan, Hanny mengungkapkan bahwa seluruh pembangunan jembatan didanai melalui APBN dengan besaran anggaran yang berbeda-beda, menyesuaikan ukuran dan kebutuhan konstruksi masing-masing jembatan.

"Nilai anggaran pembangunan setiap jembatan tidak sama. Besarannya berkisar antara Rp200 juta hingga Rp300 juta," pungkasnya.

Dengan rampungnya pembangunan Jembatan Garuda, masyarakat Desa Kates kini memiliki akses yang lebih aman, luas, dan representatif. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran aktivitas pendidikan, mempercepat distribusi hasil produksi warga, serta meningkatkan kualitas pelayanan transportasi di kawasan pedesaan. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow