Diduga Keracunan Menu MBG, Siswa 3 Sekolah di Kediri Alami Mual Sampai Diare
Para siswa tadi berdasarkan catatan berasal dari SMP 1 Kras, SDN Purwodadi 1 dan MI Barokah Ah-Tahdzib. Dari jumlah tersebut sebagian besar menjalani perawatan di rumah dan 1 orang tengah menjalani perawatan di rumah sakit.
KEDIRI, SJP - Kasus dugaan keracunan usai menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Kabupaten Kediri. Kurang lebih 201 siswa dari 2 sekolah dan 1 madrasah dilaporkan mengalami mual, muntah, diare dan pusing.
Para siswa tadi berdasarkan catatan berasal dari SMP 1 Kras, SDN Purwodadi 1 dan MI Barokah Ah-Tahdzib. Dari jumlah tersebut sebagian besar menjalani perawatan di rumah dan 1 orang tengah menjalani perawatan di rumah sakit.
Pada Senin, (27/7/2026) tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebab dan siapa saja siswa yang terdampak.
“Data sementara ada 201 anak yang mengalami gejala. Kami masih melakukan penelusuran ke masing-masing lokasi sehingga angka tersebut masih bisa berubah,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri Achmad Khatib.
Khatib menuturkan pihaknya baru mendapatkan laporan terkait hal tersebut pada Senin. Namun kronologi awal dugaan keracunan tersebut, diduga bermula sejak hari Kamis, 23 Juli 2026 kemarin.
Saat itu menurut Khatib, ada banyak siswa sakit. Kemudian jumlah bertambah pada Jumat keesokan harinya. Pada hari tersebut banyak siswa ijin tidak masuk sekolah karena sakit.
"Info sementara sehabis makan MBG di hari Kamis, kemudian sore atau malamnya mulai mengalami mual, pusing. Kemudian Jumat juga yang dilaporkan semakin banyak. Karena sekolah tidak menyangka kalau itu dampak dari MBG , maka baru siang tadi melapor ke Puskemas," jelas Khatib lagi.
Setelah mendapatkan laporan tersebut, tim Dinkes kemudian melakukan penelusuran di lapangan, baik ke sekolah dan SPPG. Hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan menjadi dasar penentuan langkah lanjutan sesuai standar operasional prosedur (SOP), termasuk kemungkinan penghentian sementara distribusi makanan apabila diperlukan.
“Ini dilakukan penelusuran nanti bagaimana dengan SPPG-nya, kita periksa apakah sudah sesuai dengan SOP yang ada. Saat ini tim masih disana, Kalau ada kejadian, kita minta untuk berhenti sementara," tutur Khatib.
Sebelumnya, pada bulan April lalu, 5 orang siswa dari salah satu lembaga pendidikan usia dini dilaporkan terpaksa menjalani perawatan di RSUD Simpang Lima Gumul (SLG) Kediri setelah mengalami pusing, mual dan muntah diduga usai menyantap menu MBG. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

