Bapenda Akui DJ Bukan Konsep Awal Bondowoso Digital Days 2026, Kelalaian Pengawasan Jadi Sorotan

Bapenda Bondowoso mengakui penampilan DJ dan joget viral di BDD 2026 bukan bagian dari konsep awal. Pengawasan dinilai lalai, permintaan maaf disampaikan, dan evaluasi ketat dijanjikan untuk agenda pemerintah berikutnya.

27 Jul 2026 - 19:31
Bapenda Akui DJ Bukan Konsep Awal Bondowoso Digital Days 2026, Kelalaian Pengawasan Jadi Sorotan
Potongan video aksi tak senonoh seorang pria dan wanita dalam panggung Bondowoso Digital Days 2026 di Alun-alun Raden Bagus Assra (Foto : Rizqi/SJP)

BONDOWOSO, SJP – Polemik penampilan DJ yang viral dalam rangkaian Bondowoso Digital Days (BDD) 2026 terus bergulir. Setelah Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menyampaikan permohonan maaf dan memerintahkan evaluasi menyeluruh terhadap standar kepatutan penyelenggaraan hiburan pemerintah, kini Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bondowoso turut angkat bicara.

Dikonfirmasi pada Senin (27/7/2026), Kepala Bapenda Bondowoso, Slamet Yantoko, mengakui penampilan yang menjadi sorotan publik tersebut tidak pernah masuk dalam konsep awal kegiatan. Menurutnya, panitia hanya merancang hiburan musik untuk masyarakat tanpa ada rencana menghadirkan aksi penari di atas panggung.

Ia menjelaskan, ide menghadirkan DJ muncul belakangan atas usulan koordinator UMKM sebagai bentuk dukungan terhadap talenta muda asal Bondowoso. Meski demikian, pihaknya telah memberikan catatan agar penampilan tetap memperhatikan norma kepatutan.

"Sebenarnya memang di konsep awal kami dengan pihak penyelenggara tidak ada konsep DJ. Kemudian dari koordinator UMKM mengusulkan adanya DJ yang merupakan anak Bondowoso. Kami sampaikan, kalau memang ada DJ, sebisa mungkin bukan perempuan dan berpakaian yang sopan, karena ini kegiatan untuk menghibur masyarakat," ujarnya.

Ia menegaskan, panitia sama sekali tidak pernah mengundang penari maupun menyusun konsep pertunjukan yang menampilkan tarian seperti yang beredar dalam video viral.

"Tidak ada konsep DJ yang menampilkan penari. Tidak ada undangan juga untuk penari," tegas mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Damkarmat ini.

Menurutnya, aksi seorang perempuan dan pria yang berjoget di atas panggung terjadi di luar kendali panitia. Setelah video tersebut ramai diperbincangkan, ia langsung meminta klarifikasi kepada penanggung jawab acara.

"Begitu saya tegur, penanggung jawab acara menyampaikan bahwa sebagian yang naik itu adalah masyarakat," katanya.

Kepala Bapenda juga menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian pengawasan terhadap kegiatan yang diselenggarakan pihak ketiga tersebut.

"Saya memohon maaf kepada masyarakat Bondowoso, Bapak Bupati, Bapak Wakil Bupati, Bapak Sekda, DPRD, serta seluruh tokoh masyarakat. Ini juga termasuk kelalaian kami dalam melakukan pengawasan terhadap acara yang diselenggarakan oleh pihak ketiga. Ini menjadi evaluasi bagi kami ke depan," ujarnya.

Ia memastikan setiap kegiatan serupa ke depan akan diawasi lebih ketat. Bahkan, apabila ditemukan penampilan yang tidak sesuai dengan norma dan karakter religius masyarakat Bondowoso, penyelenggara tidak akan ragu menghentikan acara saat itu juga.

"Kegiatan berikutnya akan kami evaluasi secara ketat. Bahkan bila perlu akan kami hentikan apabila terjadi hal-hal yang di luar kebiasaan dan nilai-nilai masyarakat Bondowoso yang religius," pungkasnya.

Sebelumnya, sebuah video berdurasi sekitar 18 detik yang memperlihatkan penampilan DJ disertai aksi joget di panggung BDD 2026 pada Sabtu (25/7/2026) malam viral di Facebook, TikTok, dan sejumlah grup WhatsApp.

Video itu memicu kritik dari masyarakat karena dinilai menampilkan aksi yang kurang pantas dipertontonkan di ruang publik, terlebih kegiatan tersebut merupakan agenda resmi Pemerintah Kabupaten Bondowoso yang dapat disaksikan seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak.

Menanggapi polemik tersebut, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid telah memberikan teguran kepada penanggung jawab kegiatan sekaligus meminta Sekretaris Daerah menyusun evaluasi menyeluruh mengenai standar kepatutan penyelenggaraan hiburan dalam agenda resmi pemerintah.

Bupati juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan memastikan proses kurasi hiburan akan diperketat agar kejadian serupa tidak kembali terulang. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow