Dinkes Kota Batu Pastikan Kesiapan Kesehatan 135 Jemaah Haji Jelang Keberangkatan ke Tanah Suci

Kondisi kesehatan para jaemaah haji asal Kota Batu telah dipetakan secara komprehensif.

21 May 2025 - 19:15
Dinkes Kota Batu Pastikan Kesiapan Kesehatan 135 Jemaah Haji Jelang Keberangkatan ke Tanah Suci
Kondisi Jamaah Haji Kota Batu yang akan berangkat (Arul/SJP)

KOTA BATU, SJP – Menjelang keberangkatan ibadah haji tahun 2025 M/1446 H, Dinas Kesehatan Kota Batu memastikan seluruh jemaah asal daerah tersebut dalam kondisi siap secara fisik dan medis.

Tercatat sebanyak 198 orang akan berangkat dari Kloter 18 Embarkasi Surabaya, yang terdiri dari 135 jemaah asli Kota Batu serta sisanya, merupakan mutasi masuk dari daerah lain.

Para jemaah akan diberangkatkan pada 25 Mei 2025 pukul 21.00 WIB dan dijadwalkan tiba kembali di Indonesia pada 8 Juli 2025 pukul 08.15 WIB.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit serta Penanganan Bencana Alam Dinas Kesehatan Kota Batu, Susana Indahwati pada Rabu (21/5/2025) menyatakan, kondisi kesehatan para jemaah telah dipetakan secara komprehensif.

“Kami sudah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh jemaah. Dari data yang kami miliki, terdapat 29 orang yang tergolong sebagai jemaah risiko tinggi berat. Mereka ini adalah jemaah dengan usia di atas 60 tahun yang memiliki riwayat penyakit jantung, hipertensi, diabetes melitus, atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK),” jelasnya.

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan, penyakit PPOK sendiri merupakan kondisi kronis yang menyebabkan hambatan aliran udara di paru-paru dan kerap menimbulkan kesulitan bernapas.

Selain itu, 12 jemaah lainnya masuk dalam kategori risiko tinggi sedang, yaitu mereka yang juga berusia di atas 60 tahun serta mengidap hipertensi, diabetes, atau penyakit ginjal kronis.

Tak berhenti sampai di sana, 42 orang juga dikategorikan sebagai jemaah risiko tinggi ringan dengan kondisi serupa namun dalam usia di bawah 60 tahun. Dan yang tidak kalah penting, yakni terdaoat 52 jemaah yang dinyatakan tidak berisiko tinggi karena mereka berusia di bawah 60 tahun dan tidak memiliki komorbid.

"Dalam aspek kemampuan istithaah, atau kelayakan kesehatan untuk menjalankan ibadah haji, Dinkes Kota Batu mencatat 46 orang memiliki istithaah murni, yakni dinyatakan sehat tanpa memerlukan pengobatan rutin atau alat bantu," imbuhnya.

Namun, 86 jemaah memerlukan pendampingan obat karena harus rutin mengonsumsi obat untuk menjaga kestabilan kondisi mereka selama berhaji. Bahkan, 3 jemaah memerlukan pendampingan obat sekaligus alat bantu seperti kursi roda, menunjukkan adanya perhatian khusus terhadap jemaah dengan keterbatasan mobilitas.

Susana juga menyampaikan bahwa lima jenis penyakit paling banyak diderita jemaah asal Kota Batu tahun ini adalah, hipertensi primer esensial dari 33 orang, yakni tekanan darah tinggi tanpa penyebab yang jelas namun kronis.

Kemudian pembesaran jantung atau cardiomegaly oleh 199 orang, lalu gangguan metabolisme lipoprotein dari 19 orang berupa kelainan metabolisme lemak dalam darah yang bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, ditambah diabetes melitus tipe 2 yang tidak tergantung insulin dari 13 orang, dan riwayat serangan jantung lama atau infark miokard lama dari 12 orang.

Demi menjaga keselamatan dan kenyamanan seluruh jemaah selama menjalankan ibadah di tanah suci, Dinas Kesehatan Kota Batu juga mengirimkan dua tenaga kesehatan yang akan mendampingi langsung dalam perjalanan. 

"Kami terus koordinasi dengan petugas haji daerah dan tim pembimbing ibadah untuk memastikan seluruh kebutuhan kesehatan jemaah tertangani dengan baik. Harapan kami, seluruh jemaah dapat menjalankan rukun haji secara sempurna dan kembali dalam keadaan sehat walafiat,” pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow