Pemkot Batu Gandeng PTN dan PTKIN se-Jatim untuk Wujudkan Kota Ramah Lingkungan

Wali Kota Batu Nurochman menyampaikan bahwa kerja sama ini akan diarahkan untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang adaptif dan akuntabel, berbasis pada rekomendasi akademik dari perguruan tinggi.

28 Jun 2025 - 16:41
Pemkot Batu Gandeng PTN dan PTKIN se-Jatim untuk Wujudkan Kota Ramah Lingkungan
Wali Kota Batu Nurochman (Ist/Diskominfo/SJP)

KOTA BATU, SJP - Pemerintah Kota Batu menunjukkan langkah progresif dalam menciptakan lingkungan berkelanjutan dengan menggandeng 15 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Jawa Timur.

Hal ini dimaksudkan agar adanya sinergi antara pemerintah daerah dan sektor akademik dalam mendorong upaya konkret pengurangan emisi karbon, pengelolaan sampah berkelanjutan, serta penanaman pohon di wilayah Kota Batu.

Wali Kota Batu Nurochman pada Sabtu (28/6/2025) menegaskan, bahwa Kota Batu sangat membutuhkan dukungan perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam menyusun dan mengimplementasikan kebijakan berbasis data ilmiah, khususnya dalam bidang lingkungan hidup.

“Komitmen ini juga selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) menuju Indonesia Emas 2045. Kami ingin kerja sama ini terus berlanjut dalam bentuk kajian-kajian, inovasi, serta aksi nyata untuk menjadikan Kota Batu lebih hijau dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam komitmen tersebut, para pihak sepakat untuk mendorong langkah-langkah nyata, seperti kampanye pengurangan emisi karbon, penerapan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan, dan pelestarian lingkungan melalui gerakan penanaman pohon secara masif.

Pemerintah Kota Batu juga bertekad mengembangkan ruang terbuka hijau yang lebih luas sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim.

Nurochman juga menyampaikan bahwa kerja sama ini akan diarahkan untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang adaptif dan akuntabel, berbasis pada rekomendasi akademik dari perguruan tinggi.

Menurutnya, masukan dari dunia kampus menjadi kunci agar kebijakan pemerintah tidak hanya populis, tetapi juga ilmiah dan solutif.

“Kami sangat terbuka terhadap masukan dari kampus. Kota Batu harus mampu menjaga keseimbangan antara sektor wisata dan pertanian, serta memperkuat ketahanan lingkungan. Untuk itu, kami mendorong smart integrated farming dan pengembangan kebijakan berbasis riset,” tandasnya. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow