Dinas Pertanian Nganjuk Perjelas Mekanisme Pengurusan Barcode BBM Subsidi untuk Petani
Langkah ini dilakukan untuk menjawab kebingungan masyarakat mengenai alur permohonan rekomendasi yang selama ini dianggap hanya menjadi kewenangan Dinas Pertanian.
NGANJUK, SJP – Dinas Pertanian Kabupten Nganjuk mengintensifkan sosialisasi terkait mekanisme pengurusan barcode Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Langkah ini dilakukan untuk menjawab kebingungan masyarakat mengenai alur permohonan rekomendasi yang selama ini dianggap hanya menjadi kewenangan Dinas Pertanian.
Kepala Dinas Pertanian, Ida Shobihatin, saat ditemui menjelaskan kewenangan penerbitan rekomendasi dibagi ke tiga instansi sesuai sektor masing-masing. Ida memaparkan, untuk memperoleh barcode BBM, petani perlu mengajukan rekomendasi dari desa yang kemudian diverifikasi oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pertanian di tingkat kecamatan.
“Petani membawa surat rekomendasi dari desa, fotokopi KTP, serta foto titik koordinat alat yang digunakan. Setelah diverifikasi di UPT, berkas dibawa ke Dinas Pertanian untuk mendapatkan barcode,” jelasnya, Kamis (6/11/2025).
Ida sendiri menyebutkan, pihaknya mencatat, dari total 14 ribu petani di seluruh wilayah Nganjuk, baru sekitar 3.500 petani yang aktif menggunakan aplikasi barcode untuk pembelian solar bersubsidi.
Lebih lanjut, Ida menyatakan bahwa aplikasi barcode ini bertujuan untuk memastikan penyaluran solar bersubsidi tepat sasaran dan mencegah penyalahgunaan.
"Dengan aplikasi ini, kami bisa memantau kuota solar yang dibeli oleh masing-masing petani, sehingga penyaluran lebih transparan dan efisien," jelasnya.
Namun, masih banyak petani yang belum menggunakan aplikasi ini karena berbagai alasan. Beberapa di antaranya, menggunakan listrik dan juga tenaga surya
"Kami menyadari bahwa tidak semua petani familiar dengan teknologi. Oleh karena itu, kami terus melakukan sosialisasi dan pelatihan kepada para petani agar mereka lebih memahami manfaat dan cara penggunaan aplikasi barcode ini," tambahnya.
Ida juga bekerja sama dengan pihak terkait, seperti kelompok tani dan penyuluh pertanian, untuk membantu petani yang mengalami kesulitan dalam menggunakan aplikasi ini.
"Kami berharap, dengan upaya ini, semakin banyak petani yang menggunakan aplikasi barcode, sehingga penyaluran solar bersubsidi bisa lebih efektif dan tepat sasaran," pungkasnya. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

