Masuk Tahun Akademik Baru, STIESIA Tanamkan Nilai Kepedulian Lewat Doa Bersama dan Santunan Sosial
Memulai tahun akademik dengan doa dan berbagi, STIESIA Surabaya menegaskan bahwa keberkahan ilmu lahir dari kepedulian, kampus tak hanya mencetak sarjana, tapi juga menumbuhkan empati.
SURABAYA, SJP - Di tengah persaingan pendidikan tinggi yang kian ketat, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya memilih cara berbeda dan lebih segar untuk memulai tahun akademik baru, yakni dengan doa dan berbagi rezeki kepada anak yatim.
Kegiatan istighosah dan santunan anak yatim itu digelar di Masjid Al-Hikmah STIESIA Surabaya, Kamis (6/11/2025). Acara diikuti oleh seluruh dosen, staf administrasi, serta karyawan kampus ekonomi tersebut dengan sesi ceramah yang dibawakan oleh Ust. M. Ali Misbahul Munir.
Tujuan utama kegiatan itu tidak hanya memohon kesehatan, keselamatan, dan kelancaran dalam penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027, melainkan juga simbol kebersamaan antara sivitas akademika dan masyarakat sekitar. STIESIA ingin agar langkah awal menuju tahun akademik baru diawali dengan semangat spiritual dan kepedulian sosial.
Diketahui STIESIA Surabaya sendiri dalam penerimaan mahasiswa baru angkatan tahun 2026/2027 membuka berbagai jenjang, meliputi D3, S1, S2 dan S3 dan juga kuliah Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Ketua Perkumpulan Penyelenggara Pendidikan Nasional (Perpendiknas) Surabaya, Dra. Endang Dwi Retnani, M.Si, Ak, CA, menjelaskan bahwa kegiatan doa bersama telah menjadi tradisi rutin di lingkungan lembaga pendidikan di bawah naungan yayasan tersebut.
"Kami selalu mengadakan doa bersama untuk memohon ridho Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Tujuannya agar seluruh aktivitas di STIESIA dan lembaga di bawah Perpendiknas diberi kemudahan, kelancaran, serta kesehatan dan kesejahteraan bagi seluruh keluarga besar kami," ujar Endang, Kamis (6/11/2025).
Sebagai badan hukum sekaligus penyelenggara pendidikan STIESIA, Perpendiknas menaungi sejumlah unit, mulai dari STIESIA, Graha Widya Bakti, Klinik Pratama, Lembaga Sertifikasi Profesi, Laboratorium hingga Cafeteria STIESIA.
Endang menegaskan, kegiatan tersebut penting untuk memperkuat spiritualitas sekaligus menjaga keseimbangan antara aktivitas akademik dan nilai-nilai kemanusiaan di lembaga pendidikan.
Sementara itu, Ketua STIESIA Prof Dr Nur Fajrih Asyik, SE, M.Si, Ak, CA menuturkan bahwa istighosah merupakan bentuk tanggung jawab moral dan spiritual bagi sivitas akademika.
"Sebagai sesama muslim, kami harus taat pada ketentuan Allah. Melalui istighosah, kami berharap seluruh aktivitas akademik di STIESIA senantiasa diridhai dan diberi keberkahan," ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, STIESIA juga mengundang anak-anak yatim untuk menerima santunan.
Menurut Prof. Nur Fajrih, kegiatan sosial telah menjadi bagian dari budaya kampus, yang juga dilakukan menjelang Idulfitri dan Iduladha, dengan memberikan bingkisan kepada masyarakat dhuafa di sekitar lingkungan kampus.
"Kami ingin agar STIESIA bukan hanya dikenal sebagai kampus ekonomi yang unggul, tapi juga kampus yang peduli. Karena di antara mahasiswa kami pun, banyak yang berjuang dari sisi ekonomi," katanya.
Selain santunan sosial, Perpendiknas juga menyediakan berbagai program beasiswa bagi mahasiswa yang kurang mampu. Beasiswa tersebut bersumber dari dana yayasan dan kerja sama dengan berbagai mitra eksternal.
Langkah tersebut menjadi bentuk komitmen agar tidak ada mahasiswa yang terhambat dalam menempuh pendidikan karena alasan ekonomi.
"Kami berharap tidak ada mahasiswa yang berhenti kuliah hanya karena faktor biaya. Itu sebabnya kami terus berupaya membantu melalui beasiswa dan kemitraan," lanjut Prof. Nur Fajrih.
Harapan besar pun disampaikan dalam acara, dengan mengawali tahun akademik melalui doa dan berbagi, STIESIA Surabaya ingin menanamkan keyakinan bahwa keberkahan akan hadir jika lembaga pendidikan mampu berbagi manfaat dengan sesama.
"Kami percaya, dengan membersihkan harta dan mendistribusikannya kepada yang membutuhkan, maka Allah akan memberikan ridho dan keberkahan. Semoga STIESIA dan seluruh lembaga di bawah Perpendiknas semakin barokah dan sukses ke depan," tutup Prof. Nur. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

