Diminta Hemat Anggaran, KPU Bondowoso Justru Gelar FGD di Hotel Mewah
FGD ini digelar di hotel paling mewah di Kabupaten Bondowoso, selama 2 hari dengan anggaran Rp 46 juta.
BONDOWOSO, SJP – Di tengah efisiensi anggaran yang saat ini dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto melalui diterbitkannya Inpres Nomor 1 Tahun 2025, ada beberapa poin penting yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan kegiatan pemerintahan.
Dalam Inpres ini, ada beberapa poin yang menjadi catatan. Di antaranya, penetapan target efisiensi anggaran, pembatasan belanja non-prioritas, efisiensi dan optimalisasi program, reviu anggaran belanja dan fokus pada kinerja pelayanan publik.
Bahkan, Presiden Prabowo dalam Inpres Nomor 1 Tahun 2025 ini, juga membatasi kegiatan yang bersifat seremonial, focus group discussion (FGD) dan studi banding yang tidak memiliki output terukur.
Namun, di tengah gencarnya efisiensi anggaran oleh pemerintah, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bondowoso tetap menggelar FGD di hotel mewah.
Diketahui, FGD yang bertajuk penyusunan laporan evaluasi Pilkada 2024 tersebut digelar selama 2 hari di Hotel Grand Padis sejak 23-24 Februari 2025. Acara itu menghadirkan beberapa narasumber dan diikuti oleh 75 peserta.
Menanggapi hal itu, Sekretaris KPU Bondowoso, Toidin menjelaskan, FGD tersebut merupakan kegiatan serentak yang digelar oleh seluruh KPU se-Indonesia, berdasarkan perintah KPU RI.
“Itu melaksanakan kebijakan sesuai pleno KPU Bondowoso dan instruksi KPU RI,” katanya saat dihubungi suarajatimpost.com, Senin (24/2/2024).
Perihal sumber anggaran, Toidin menerangkan, FGD tersebut merupakan rangkaian kegiatan yang bersumber dari anggaran hibah dari APBD Bondowoso senilai Rp 52,3 miliar yang 60 persennya digunakan untuk honor dan operasional ad hoc pada Pilkada 2024.
“Sumber anggaran dari hibah Pilkada 2024,” terang Toidin, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.
Ditanya urgensi FGD, Toidin enggan menjelaskan dan melimpahkan hal itu kepada Ketua KPU Bondowoso Sudaedi. Toidin hanya mau menyebut besaran biaya dalam FGD tersebut berikut jumlah pesertanya.
“Anggarannya Rp 46 juta paket meeting, selama 2 hari dengan peserta 75 orang,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Bondowoso Sudaedi belum merespons saat dikonfirmasi perihal urgensi dari FGD yang digelar oleh KPU Bondowoso. (*)
Editor : Ali Wafa
What's Your Reaction?

