Diimbau Waspada, Modus Penipuan Validasi Data Palsu Haji Marak di Gresik
Hingga saat ini, pihak Kemenhaj tercatat telah menerima enam laporan terkait modus penipuan penambahan kuota melalui validasi data palsu.
GRESIK, SJP - Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap maraknya aksi penipuan yang menyasar Calon Jemaah Haji (CJH).
Hingga saat ini, pihak Kemenhaj tercatat telah menerima enam laporan terkait modus penipuan penambahan kuota melalui validasi data palsu.
Dalam aksinya, pelaku menyamar sebagai petugas resmi untuk meyakinkan para korban. Dengan dalih memperbarui data pribadi, pelaku meminta informasi sensitif hingga mengajak korban melakukan verifikasi melalui video call.
Praktik ini diduga kuat menjadi celah bagi pelaku untuk menyalahgunakan data identitas jemaah.
Tak hanya itu, para pelaku juga mengiming-imingi korban dengan slot penambahan kuota agar bisa berangkat lebih cepat.
Korban kemudian diarahkan untuk melakukan pelunasan biaya haji melalui transfer ke rekening pribadi serta mengisi data pada tautan (link) yang tidak resmi.
Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Gresik, Lulus, menegaskan bahwa seluruh proses administrasi dan informasi mengenai keberangkatan haji hanya dilakukan melalui saluran resmi dan tidak pernah meminta transfer biaya ke rekening selain rekening resmi negara.
"Kalau dari WA (WhatsApp) Center Kemenag ada satu laporan, yang dari kami ada lima laporan melalui WA langsung kepada saya. Dan saya jelaskan bahwa semua itu tidak benar dan selalu hati-hati dengan penipuan yang terjadi di akhir-akhir ini," kata Lulus, Senin (13/4/2026).
Lulus menerangkan, korban mendapat kabar bahwa akan ada penambahan kuota CJH sehingga diminta untuk datang ke Kantor Kemenhaj Gresik.
Selain itu, beberapa CJH juga diminta untuk memperbaharui data pribadi, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).
Bahkan, CJH juga disuruh mengirimkan dokumen KTP dan KK, serta diminta untuk melakukan pelunasan biaya.
CJH juga diajak video call dan mengisi link dalam rangka untuk diajukan pemberangkatan lebih cepat.
"Jadi itu semuanya adalah hoax, hati-hati bagi masyarakat khususnya jemaah haji yang sudah mempunyai porsi berhati-hati untuk hal seperti itu jangan sampai terkecoh," jelasnya.
Lulus bersyukur laporan modus penipuan penambahan kuota melalui validasi data palsu ini belum menimbulkan kerugian bagi masyarakat.
Jemaah yang sempat mendapat modus penipuan seperti itu langsung menghubungi Kantor Kemenhaj Gresik untuk segera mengkonfirmasi kebenarannya.
"Jemaah alhamdulillah langsung menghubungi kita terkait ada kabar penipuan itu. Alhamdulillah tidak sampai terjadi kerugian," pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

