Longsor Tutup Jalan Penghubung Tulungagung-Trenggalek, Akses Dibuka Bertahap

Longsor di Desa Kradinan menyebabkan jalan poros Pagerwojo–Bendungan lumpuh. Berkat gotong royong warga dan aparat, jalur kini bisa dilalui bergantian sambil menunggu normalisasi total.

20 Aug 2025 - 14:04
Longsor Tutup Jalan Penghubung Tulungagung-Trenggalek, Akses Dibuka Bertahap
Alat berat dari BPBD Tulungagung dikerahkan untuk mempercepat pembersihan material longsor di Desa Kradinan. (Foto: Beny/SJP)

TULUNGAGUNG, SJP — Akses utama penghubung Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung dengan Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, sempat lumpuh total akibat tanah longsor pada Selasa (19/8/2025) sore di Desa Kradinan.

Camat Pagerwojo Setiono menjelaskan, material longsor menutup badan jalan poros sepanjang hampir 50 meter sehingga kendaraan tidak dapat melintas selama beberapa jam.

“Alhamdulillah kemarin sore kita kerja bakti. Saat ini sepeda motor dan mobil pikap sudah bisa lewat, meski harus bergantian,” ujar Setiono, Rabu (20/8/2025).

Upaya pembersihan awal dilakukan secara manual oleh warga, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta aparat kecamatan dan desa. Sekitar 3 jam kemudian, jalur mulai terbuka secara terbatas.

Pada Rabu pagi, BPBD Tulungagung menurunkan alat berat untuk mempercepat pemindahan material longsor setebal lebih dari 1 meter yang menutup jalan utama penghubung dua kabupaten tersebut.

Hingga Rabu siang, proses normalisasi masih berlangsung dan jalur ditargetkan bisa berfungsi normal sepenuhnya pada sore harinya.

Setiono menambahkan, longsor tidak hanya terjadi di Desa Kradinan, tapi juga di beberapa desa lain di Kecamatan Pagerwojo seperti Desa Wonorejo, Gambiran, dan Samar.

“Di Wonorejo ada satu rumah rusak ringan di bagian tembok, sedangkan di Gambiran ada tiga titik longsor yang sempat menutup jalan, bahkan ada tiang listrik roboh,” katanya.

Dia menegaskan, penanganan cepat bencana dapat dilakukan berkat gotong royong warga bersama TNI, Polri, relawan, serta aparat pemerintah setempat.

Sementara untuk kerusakan bangunan SDN 2 Kradinan akibat longsor, pemerintah kecamatan masih menunggu tindak lanjut dari dinas terkait.

“Teknisnya dari Dinas Pendidikan dan BPBD. Kami juga sudah koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk mengecek kerusakan, pasti akan segera ada solusi,” terang Setiono. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow