Diduga Tak Berizin, Proyek Pengurukan PT Mitra Abadi Sempurna Didemo Warga Nganjuk

Aksi ini mendapat pengawalan dan dukungan penuh dari gabungan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) setempat, Jumat (13/03).

13 Mar 2026 - 19:33
Diduga Tak Berizin, Proyek Pengurukan PT Mitra Abadi Sempurna Didemo Warga Nganjuk
Yulia Margaretha (Sukma) Ketua Salam Lima Jari bersama warga Desa Dawuhan demo saat dilokasi (foto:kuswanto/SJP)

NGANJUK, SJP – Puluhan warga Desa Dawuhan, Kecamatan Jatikalen, Kabupatn Nganjuk melakukan aksi protes keras dengan memblokade aktivitas pengurukan lahan yang rencananya akan dibangun sebuah pabrik di wilayah mereka. 

Aksi ini mendapat pengawalan dan dukungan penuh dari gabungan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) setempat, Jumat (13/3/2026).

Warga merasa geram lantaran proyek pengurukan tersebut berjalan tanpa adanya sosialisasi yang jelas kepada masyarakat sekitar yang terdampak langsung.

Alasan kuat warga menolak kegiatan yang dituding belum mengantongi izin (bodong) tersebut karena belum adanya sosialisasi dari pihak PT Mitra Abadi Sempurna dengan lingkungan setempat.

Eko Sunarno (68) Koordinator aksi warga Desa Dawuhan saat di lokasi menolak pengurukan milik PT Mitra Abadi Sempurna karena persoalan debu. Sudah berbulan-bulan warga dihantui rasa was-was takut terkena ISPA karena setiap harinya harus menghirup debu lembut dari tanah urukan.

”Hingga hari ini, PT Mitra Abadi tetap nekat tidak ada itikad baik untuk rembukan dengan warga, hari ini, kami bersama warga sepakat kegiatan terebut harus ditutup,” ucap Eko Sunarno salah seorang tokoh masyarakat setempat.

Menurut Eko Sunarno, PT Mitra Abadi Sempurna terkesan diam seribu bahasa, apalagi warga tidak pernah diajak sosialisasi dan terkesan tidak pro warga. Terbukti sampai hari ini keluhan keluhan warga tidak diapresiasi.

"Kami tidak anti investasi, tapi tolong hargai warga. Jangan tiba-tiba ada alat berat masuk dan urukan tanpa ada kejelasan sosialisasi ke kami yang tinggal di sini," tegasnya.

Sementara itu, gabungan aksi dari tiga LSM, yakni LSM PD, Aliansi Wong Gawat dan Komunitas Salam Lima Jari (SLJ) turun membaur bersama warga Desa Dawuhan mengultimatum pihak perusahaan dan menyampaikan kekecewaan di hadapan para awak media.

Menurutnya, jika semua industri yang ada di Nganjuk mengambil tanah urukan di luar Nganjuk ini bentuk pelanggaran dan itu ada aturannya. 

”Kami minta, kepada pengusaha PT Mitra Abadi Sempurna berhenti sampai disini, jangan sampai dilanjutkan, kalau ada intimidasi preman-preman dari luar Nganjuk yang datang kesini, kami tidak akan mundur,” tegas Yulia Margareta yang akrab disapa Mbak Zulma dengan lantang.

Terpisah, Kades Dawuhan Koyum, dihubungi tiga kali, baik melalui sambungan whatsapp dan sms, meskipun ponselnya berdering, tapi tidak dijawab. (*) 

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow