Diduga Dipicu Instalasi Listrik Tak Standar, Dua Rumah di Pendem Kota Batu Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp700 Juta
Peristiwa kebakaran yang menghanguskan dua rumah di Desa Pendem menjadi pengingat pentingnya memastikan instalasi listrik rumah dalam kondisi aman dan sesuai standar.
KOTA BATU, SJP – Kebakaran hebat menghanguskan dua rumah warga di kawasan padat penduduk Jalan Welirang RT 006 RW 002, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Senin pagi (8/6/2026). Peristiwa yang diduga dipicu instalasi listrik rumah yang tidak memenuhi standar keselamatan tersebut menyebabkan kerugian material hingga sekitar Rp700 juta.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Batu, Agung Sedayu pada Senin (8/6/2026) mengatakan laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 07.10 WIB dari seorang warga bernama Tevi yang melihat kobaran api mulai membesar di salah satu rumah.
“Setelah menerima laporan, personel langsung bergerak ke lokasi. Waktu tanggap petugas sejak laporan masuk hingga tiba di lokasi sekitar 13 menit,” ujarnya.
Menurutnya, api pertama kali diketahui berasal dari lantai dua salah satu rumah milik warga. Dalam waktu singkat, kobaran api membesar dan merembet ke bangunan di sebelahnya karena sebagian besar material rumah mudah terbakar.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan dugaan kuat bahwa kebakaran dipicu oleh korsleting listrik akibat penggunaan instalasi yang tidak sesuai standar keamanan.
“Diduga kuat kebakaran terjadi karena pemakaian instalasi listrik rumah yang tidak standar. Percikan api muncul di lantai dua dan kemudian membesar hingga menyebabkan dua rumah terbakar,” imbuhnya.
Dua rumah yang terdampak kebakaran diketahui milik Farida dan Supriyadi. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, meski sebagian besar bangunan dan harta benda di dalam rumah tidak berhasil diselamatkan.
Untuk mencegah api meluas ke permukiman lain, Damkarmat Kota Batu mengerahkan empat armada sekaligus, terdiri dari dua unit mobil pemadam kebakaran dan dua unit kendaraan penyuplai air.
Petugas dari Regu Jaya, Regu Yudha, dan Regu Brama langsung melakukan upaya lokalisasi guna menahan laju api agar tidak menjalar ke rumah-rumah warga di sekitar lokasi kejadian.
"Proses pemadaman berlangsung selama lebih dari dua jam hingga akhirnya api berhasil dijinakkan sepenuhnya. Setelah itu, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan," tegasnya.
Seluruh rangkaian penanganan dinyatakan selesai pada pukul 09.30 WIB, sementara armada dan personel kembali ke markas pada pukul 10.00 WIB.
Agung mengimbau masyarakat untuk melakukan pemeriksaan berkala terhadap instalasi listrik rumah guna mencegah kejadian serupa terulang. Menurutnya, penggunaan instalasi yang tidak sesuai standar masih menjadi salah satu penyebab utama kebakaran rumah tinggal. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

