Lahan di Kawasan Wisata Arak-arak Bondowoso Terbakar
Musim kemarau mulai memicu ancaman kebakaran lahan di Bondowoso. Kebakaran seluas sekitar 2.000 meter persegi terjadi di kawasan Wisata Arak-Arak, Kecamatan Wringin. BPBD bersama Damkar, TNI, dan Polri melakukan pemadaman serta mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla.
BONDOWOSO, SJP – Musim kemarau mulai menunjukkan dampaknya di sejumlah wilayah Kabupaten Bondowoso. Selain ancaman krisis air bersih yang setiap tahun menghantui masyarakat di daerah rawan kekeringan, bahaya lain yang tak kalah serius kini mulai muncul, yakni kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Asap tipis yang membumbung dari perbukitan kawasan Destinasi Wisata Arak-Arak, Kecamatan Wringin, Senin (8/6/2026), menjadi peringatan dini bahwa musim kering tahun ini tidak hanya menguras sumber-sumber air, tetapi juga meningkatkan risiko terjadinya kebakaran di area terbuka yang dipenuhi rerumputan dan semak kering.
Kebakaran yang menghanguskan sekitar 2.000 meter persegi lahan di kawasan wisata unggulan Bondowoso tersebut memaksa petugas BPBD, Damkar, TNI, dan Polri turun tangan melakukan pemadaman. Medan yang curam membuat proses penanganan tidak mudah, sehingga armada pemadam harus dikerahkan untuk menjinakkan api agar tidak merambat ke area yang lebih luas.
Peristiwa ini menjadi alarm bagi seluruh pihak bahwa memasuki puncak musim kemarau pada Juli hingga Agustus mendatang, ancaman bencana tidak hanya berupa kekurangan air bersih. Lahan-lahan kering yang mudah terbakar dapat berubah menjadi sumber petaka apabila tidak diantisipasi sejak dini, baik oleh pemerintah maupun masyarakat.
Di tengah cuaca yang semakin panas dan minimnya curah hujan, kesadaran masyarakat menjadi faktor penting dalam mencegah terjadinya kebakaran. Aktivitas sederhana seperti membuang puntung rokok sembarangan atau membakar sampah tanpa pengawasan dapat menjadi pemicu munculnya api yang berpotensi meluas dan mengancam lingkungan, kawasan wisata, hingga permukiman warga.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso bersama petugas pemadam kebakaran, TNI, dan Polri bergerak cepat menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Wisata Arak-arak, Senin (8/6/2026).
Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo melalui Kasi K2 BPBD Bondowoso, Bagoes Herisyahputra mengatakan, pihaknya menerima laporan kejadian dari pengelola wisata pada pukul 10.48 WIB. Setelah menerima laporan tersebut, tim segera melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk melakukan penanganan di lokasi.
"Kami menerima laporan dari pihak pengelola wisata terkait terjadinya kebakaran lahan. Setelah itu kami langsung melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan Damkar, Polsek, serta TNI untuk melakukan penanganan bersama," ujarnya.
Berdasarkan hasil pendataan sementara, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 2.000 meter persegi. Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.
Menurutnya, proses pemadaman menghadapi kendala karena lokasi kebakaran berada di area yang curam sehingga menyulitkan petugas untuk melakukan pemadaman secara manual.
"Karena kondisi lokasi yang cukup curam, petugas BPBD tidak dapat melakukan pemadaman secara langsung. Oleh karena itu kami meminta bantuan Damkar untuk melakukan pemadaman menggunakan armada yang dapat menjangkau area tersebut," katanya.
BPBD juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan memasuki musim kemarau yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Juli hingga Agustus mendatang.
Masyarakat diminta menghindari tindakan yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membuang puntung rokok sembarangan, membakar sampah tanpa pengawasan, maupun aktivitas lain yang dapat menimbulkan percikan api.
"Hal-hal yang terlihat sederhana seperti membuang puntung rokok sembarangan atau membakar sampah tanpa ditunggu dapat menjadi pemicu kebakaran. Karena itu kami mengajak masyarakat untuk lebih peduli dan waspada agar kejadian serupa tidak terulang," pesannya.
Sementara itu, Kepala Bidang Damkar Satpol PP Bondowoso, Vara Tedi menerjunkan dua armada untuk mengendalikan api, yakni satu unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit water supply dengan kapasitas masing-masing 6.000 liter dan 5.000 liter air.
"Kami menyiagakan dua armada, terdiri dari satu unit truk pemadam dan satu unit water supply. Pemadaman serta pendinginan sudah dilakukan. Area bagian atas juga telah dibasahi untuk mencegah api meluas," jelasnya.
Petugas masih terus memantau perkembangan di lokasi. Jika ditemukan titik api yang kembali muncul atau terjadi pergerakan api, pemadaman lanjutan akan segera dilakukan. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

