Banjir Grobogan Lumpuhkan Jalur Kereta, Ratusan Penumpang dari Surabaya Batalkan Perjalanan
Sebanyak 497 pelanggan di wilayah Daop 8, para penumpang yang memilih membatalkan tiket dapat mengajukan pengembalian bea secara penuh sebesar 100%, sesuai dengan kebijakan PT KAI.
SURABAYA, SJP - Perjalanan kereta api di wilayah Daop 8 Surabaya terganggu akibat banjir besar yang melanda Grobogan, Jawa Tengah.
Banjir ini tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga melumpuhkan jalur kereta api di KM 32+5/7 antara Stasiun Gubug dan Stasiun Karangjati, yang berada di wilayah Daop 4 Semarang.
Akibatnya, sejumlah perjalanan kereta api lintas Jawa mengalami keterlambatan hingga pembatalan, termasuk dari dan ke Surabaya.
Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, menyampaikan bahwa kerusakan rel akibat banjir berdampak langsung pada jadwal perjalanan kereta api di wilayahnya.
"Kami memohon maaf kepada para pelanggan atas gangguan ini. Sejak Selasa (21/1) hingga Rabu (22/1) pagi, sebanyak 497 pelanggan di wilayah Daop 8 telah membatalkan tiket. Kami memberikan pengembalian penuh sebesar 100 persen untuk pembatalan ini," ujar Luqman, Rabu (22/1/2025).
Para penumpang yang memilih membatalkan tiket dapat mengajukan pengembalian bea secara penuh sebesar 100 persen, sesuai dengan kebijakan PT KAI. Pembatalan dapat dilakukan hingga H+7 dari tanggal keberangkatan, memberikan kelonggaran waktu bagi pelanggan yang terdampak untuk mengatur ulang rencana perjalanan mereka.
Bencana di Grobogan terjadi akibat luapan Sungai Tuntang yang meluber setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut selama beberapa hari. Air bah menggerus jalur rel kereta api, menyebabkan gogosan sepanjang 100 meter dengan kedalaman 3 meter. Kondisi ini membuat jalur tersebut tidak dapat dilalui oleh kereta api hingga perbaikan selesai dilakukan.
PT KAI telah mengerahkan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) ke lokasi, termasuk perancah baja, bantalan beton, genset, dan excavator, untuk mempercepat proses pemulihan jalur. Namun, hingga kini, jalur yang terdampak masih belum dapat dilalui.
Dampak pada Perjalanan Kereta Api Surabaya
Gangguan di Grobogan memicu perubahan pola operasi kereta api lintas Jawa, termasuk di wilayah Daop 8 Surabaya. Beberapa kereta api yang melayani rute strategis mengalami keterlambatan signifikan, di antaranya:
- KA Kertajaya relasi Pasarsenen-Surabaya Pasarturi terlambat hingga 98 menit.
- KA Jayabaya relasi Pasarsenen-Malang terlambat 92 menit.
- KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasarturi terlambat 65 menit.
- KA Pandalungan relasi Gambir-Surabaya-Jember terlambat 107 menit.
Selain itu, KA Ambarawa Ekspres relasi Surabaya Pasarturi-Semarang Poncol dan KA Sembrani relasi Surabaya Pasarturi-Gambir mengalami perubahan pola operasi untuk menghindari jalur yang terdampak banjir.
Luqman menambahkan bahwa PT KAI juga memberikan kompensasi kepada penumpang yang terdampak keterlambatan, berupa service recovery sesuai dengan Permenhub Nomor PM 63 Tahun 2019 tentang Standar Pelayanan Minimum Angkutan Orang dengan Kereta Api.
"Kami terus berkoordinasi dengan Daop 4 Semarang untuk mempercepat normalisasi jalur. Kami juga mengimbau para penumpang untuk memantau informasi perjalanan melalui saluran resmi PT KAI," kata Luqman.
Efek Domino pada Logistik dan Ekonomi
Gangguan ini tidak hanya berdampak pada mobilitas penumpang, tetapi juga menghambat distribusi logistik yang mengandalkan kereta api. Jalur yang terputus di Grobogan merupakan bagian penting dari jaringan transportasi Jawa, sehingga kelumpuhannya dapat memengaruhi perekonomian regional.
PT KAI berharap jalur kereta api di Grobogan dapat kembali normal dalam beberapa hari mendatang. Namun, dengan cuaca yang masih berpotensi hujan lebat, upaya perbaikan kemungkinan membutuhkan waktu lebih lama.
Para penumpang diimbau untuk terus memantau jadwal perjalanan dan memanfaatkan layanan pembatalan tiket jika merasa terganggu oleh perubahan jadwal.
"Keselamatan dan kenyamanan pelanggan adalah prioritas utama kami," tegas Luqman. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

