Dewan Pendidikan Jombang Terima Aduan Dugaan Penahanan Ijazah Siswa, Pihak Sekolah Menampik

Dugaan penahanan ijazah siswa oleh YPBU yang dilaporkan ke Dewan Pendidikan Jombang tidak dibenarkan oleh pihak sekolah.

19 May 2026 - 13:40
Dewan Pendidikan Jombang Terima Aduan Dugaan Penahanan Ijazah Siswa, Pihak Sekolah Menampik
Momen saat Dewan Pendidikan Jombang menerima aduan soal dugaan penahanan ijazah siswa. (Ist/SJP)

JOMBANG, SJP - Dewan Pendidikan (DP) Kabupaten Jombang menerima dan melakukan kroscek atas aduan masyarakat (dumas) dugaan penahanan ijazah siswa di Yayasan Pendidikan Budi Utomo (YPBU) Jombang. 

Dumas oleh sejumlah perwakilan wali siswa dan mantan siswa sekolah dibawah naungan YPBU Jombang terjadi pada Jumat (15/5/2026) lalu di kantor DP Jombang, Jalan Patimura, Kecamatan Jombang. 

Wakil Ketua DP Jombang Arif Kuswirasasono menyebut pembuat Dumas mengeluhkan tidak bisa ambil ijazah selama bertahun-tahun. 

"Satu diantara pendumas, karena tidak bisa ambil ijazah sejak tahun 2018, akhirnya putus asa tidak bisa cari kerja atau kuliah, terpaksa memilih menikah hingga punya 2 anak," beber Arif dalam pesan diterima wartawan, Selasa (19/5/2026). 

Merespon aduan tersebut, tiga orang anggota DP Jombang, yakni Arif Kuswirasasono, bersama sekretaris Nur Khasanuri dan juga Koordinator Bidang Pengawas dan Mediasi Hari Sukemi melakukan verifikasi faktual dengan bertandang ke pengurus YPBU pada Selasa (18/5/2026) sekira pukuk 10.00 WIB. 

"Saat verifikasi faktual ke yayasan YPBU 3 orang anggota DP tidak diterima dengan baik oleh pihak yayasan," akunya. 

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Budi Utomo, Heboh Handono Pribadi Luhur menampik adanya penahanan ijazah siswa. Informasi penahanan ijazah tersebut sama sekali tidak benar. 

Justru, sebaliknya pihak sekolah mengaku proaktif menghubungi para alumni satu per satu agar segera mengambil ijazah mereka guna menghindari risiko kerusakan atau kehilangan dokumen penting tersebut. 

"Kalau sampai saat ini, penahanan ijazah dari kami sekolah tidak ada. Kalau ijazah yang belum diambil, banyak. Bahkan kita hubungi satu per satu untuk bisa segera mengambil ijazah. Karena kami biar juga tidak berisiko membawa ijazah. Namun ada yang memang untuk proses tersebut tidak langsung diambil karena posisi repot kerja, atau mungkin ada yang tugas kemubalighan sebagai pengabdian keilmuan pondoknya," terang Heboh Handono. 

Pihak sekolah juga menambahkan, persoalan administrasi bukanlah penghalang bagi alumni untuk mendapatkan dokumen kelulusan. Sekolah selalu terbuka untuk memberikan solusi terbaik melalui komunikasi yang baik.

Bahkan, bagi alumni yang membutuhkan syarat cepat untuk melamar kerja atau melanjutkan kuliah, sekolah selalu siap memfasilitasi pembuatan transkrip nilai, Surat Keterangan Lulus (SKL), hingga proses legalisir dengan tanda tangan basah.

"Ada yang mungkin belum bisa mengambil barangkali ada kekurangan syarat administrasi, banyak sekali solusi. Yang penting ada komunikasi baik. Apalagi tujuannya untuk mau kerja, mau kuliah, kami bisa bantu dengan berbagai macam. Yang sering itu minta transkrip nilai sebagai syarat, kami langsung bikinkan termasuk legalisir tanda tangan basah," jelasnya. 

Heboh Handono juga menyampaikan perihal kedatangan pihak DP Jombang ke sekolah benar adanya. Namun, pihak YPBU dan Kepala Sekolah memang tidak berada di tempat karena ada kegiatan diluar. 

"Kalau tidak dijumpai, betul. Tidak sedang berada di sekolah. Sehingga kalau kami yang sudah-sudah terbuka oleh siapapun pihak manapun hadir ke sekolah. Betul, sedang kegiatan di luar," tandasnya. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow