Deteksi Dini Kanker, Dinkes Batu Kejar Target 1.300 Perempuan Per Tahun
Target 1.300 skrining per tahun menjadi tolok ukur keseriusan pemerintah daerah dalam menggeser pola dari pengobatan ke pencegahan. Jika partisipasi masyarakat meningkat dan deteksi dilakukan sejak awal, angka kesakitan hingga kematian akibat kanker serviks dan kanker payudara diyakini bisa ditekan secara signifikan.
KOTA BATU, SJP – Dinas Kesehatan Kota Batu memilih mengubah pendekatan penanganan kanker dari reaktif menjadi agresif preventif. Di tengah temuan 56 kasus kanker serviks dan enam kasus kanker payudara sepanjang 2025, fokus utama kini diarahkan pada perluasan skrining dan percepatan deteksi dini.
Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Penanganan Bencana Dinkes Kota Batu, dr. Icang Saradzin pada Sabtu (28/2/2026) menegaskan pihaknya tidak ingin angka temuan kasus hanya menjadi data statistik tahunan tanpa intervensi terukur.
“Tahun ini kami targetkan minimal 1.300 perempuan usia produktif menjalani skrining kanker payudara. Target ini harus tercapai karena deteksi dini adalah kunci,” ujar Icang.
Menurutnya, selama ini tantangan terbesar bukan pada fasilitas, melainkan partisipasi masyarakat. Seluruh puskesmas telah menyiapkan layanan SADANIS (Periksa Payudara Klinis) dan edukasi SADARI (Periksa Payudara Sendiri), namun tingkat kunjungan belum maksimal.
Selain kanker payudara, skrining kanker serviks melalui metode IVA juga terus diperluas. Pemeriksaan dilakukan gratis di puskesmas dengan tenaga bidan terlatih. Strategi ini dipilih karena cepat, sederhana, dan efektif mendeteksi lesi pra-kanker sebelum berkembang menjadi stadium lanjut.
"Intinya jika skrining masif berjalan konsisten, pola temuan kasus akan berubah. Idealnya, yang kita temukan adalah stadium awal. Itu artinya sistem pencegahan bekerja,” tegasnya.
Penguatan juga dilakukan melalui vaksinasi HPV bagi siswi sekolah dan perempuan usia produktif sebagai proteksi jangka panjang terhadap kanker serviks.
Dari sisi pembiayaan, layanan kanker telah dijamin dalam program Jaminan Kesehatan Nasional oleh BPJS Kesehatan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap biaya pemeriksaan maupun pengobatan lanjutan.
Dengan target skrining yang terukur dan dukungan pembiayaan yang jelas, Dinkes Kota Batu kini menempatkan deteksi dini sebagai indikator utama keberhasilan pengendalian kanker di daerah. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

