Demi Lahan Pemakaman, Warga Sonoageng Nganjuk Patungan: Terkumpul Dana Rp428 Juta

Setelah hampir satu tahun mengumpulkan dana, warga akhirnya berhasil menutupi total biaya tanah sebesar Rp Rp 428.705 juta pada bulan Januari 2026

16 Feb 2026 - 06:36
Demi Lahan Pemakaman,  Warga Sonoageng Nganjuk Patungan: Terkumpul Dana Rp428 Juta
Lahan Makam Dusun Waung yang dibeli dengan patungan warga. (foto: Kuswanto/SJP)

NGANJUK, SJP - Ketika makam lama sudah penuh, sementara pemerintah desa tak juga berinisiatif, warga secara swadaya bergerak. Kemandirian ini ditunjukkan oleh warga Dusun Waung, Desa Sonoageng, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk. Tanpa sepeserpun dana desa, warga memperluas lahan makam. Mereka sukses membeli tanah seluas 152,5 ru memperuas lahan makam dengan total dana lebih dari Rp400 juta.

Patungan ini dimulai sejak awal tahun 2025 atas inisiatif tokoh masyarakat setempat. Warga sepakat mengumpulkan kontribusi bulanan sesuai kemampuan masing-masing, dengan target membeli tanah yang akan digunakan sebagai area fasilitas umum, yakni makam Guyangan di Dusun Waung.

"Kita ingin memiliki ruang publik yang miliki sendiri, jadi sepakat untuk mengumpulkan uang secara gotong-royong. Semua proses transparan, mulai dari perhitungan biaya hingga pemilihan tanah yang sesuai," ujar Ketua Panitia Penyelenggara, Fathurahman.

Setelah hampir satu tahun, terkumpul dana untuk menutupi total biaya tanah sebesar Rp428.705 juta pada bulan Januari 2026. Proses pembelian tanah senilai Rp 350 juta, dari 18 RT dan donatur Desa Waung. Warga Dusun Bendo juga ikut membantu.

Bahkan, warga gotong royong membersihkan lahan dan pelebaran makam. Kata Fathurahman, ini murni iuran swadaya masyarakat tanpa melibatkan Dana Desa.

Fathurahman menyampaikan, pihaknya sudah melakukan koordinasi kepada perangkat Desa. Saat pertemuan yang melibatkan perangkat Desa, Fathurahman menyatakan, harapan masyarakat adanya sedikit bantuan PAD Desa Sonoageng untuk pengadaan lahan makam. Sebab, menurut dia, PAD Desa Sonoageng berkisar Rp 770 juta. Ternyata, pengajuan warga tak mendapatkan respon dari pemerintah desa.

"Aku dikek i buntut e tok yo seneng aku pak, PAD ne Deso Sonoageng akeh (Saya minta sedikit saja, padahal untuk PAD Desa juga besar, " kata Fathurahman.

Mengingat kebutuhan lahan makam yang mendesak, warga berinisiatif patungan dan akhirnya memperoleh lahan untuk pemakaman warga. 

Sementara itu, Kepala Desa Sonoageng Suharto saat dihubungi melalui sambungan telepon tidak diangkat. (*) 

Editor: Danu 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow