Tiga Wilayah Adu Inovasi, Pemkot Batu Dorong Desa dan Kelurahan Jadi Motor Pemberdayaan Warga

Paparan Lomba Desa dan Kelurahan 2026 menunjukkan arah baru pembangunan Kota Batu yang mulai bertumpu pada inovasi lokal berbasis kebutuhan masyarakat. Dari digitalisasi pelayanan, pertanian modern, hingga penguatan ekonomi warga, desa dan kelurahan kini diposisikan bukan sekadar pelaksana program pemerintah, melainkan motor utama perubahan sosial dan pembangunan daerah

13 May 2026 - 19:19
Tiga Wilayah Adu Inovasi, Pemkot Batu Dorong Desa dan Kelurahan Jadi Motor Pemberdayaan Warga
Plt Walikota Batu Heli Suyanto (Prokopim/SJP)

KOTA BATU, SJP - Pemerintah Kota Batu mulai mendorong transformasi desa dan kelurahan agar tidak hanya berfungsi sebagai wilayah administratif, tetapi juga menjadi pusat inovasi pelayanan publik dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Plt Wali Kota Batu, Heli Suyanto pada Rabu (13/5/2026) menegaskan bahwa sebelumnya lomba yang diadakan pada awal 2026 tersebut bukan sekadar kompetisi seremonial untuk menentukan juara, melainkan sarana mengukur sejauh mana inovasi di tingkat desa dan kelurahan mampu memberi dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

"Inovasi yang berhasil diterapkan di satu wilayah harus dapat direplikasi ke wilayah lain agar pembangunan berbasis masyarakat berjalan lebih merata. Yang terpenting bukan hanya siapa yang menang, tetapi bagaimana inovasi yang sudah berjalan bisa menjadi contoh bagi desa dan kelurahan lain di Kota Batu,” ujarnya.

Dalam paparan yang disampaikan di hadapan panelis, masing-masing wilayah menonjolkan keunggulan berbeda. Seperti Kelurahan Sisir menekankan penguatan kelembagaan dan perencanaan pembangunan terintegrasi sebagai pusat pemerintahan dan kawasan historis Kota Batu. Wilayah ini juga mengedepankan sinergi dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama dalam mendukung pembangunan sosial.

Sementara Desa Bulukerto mengusung inovasi sektor pertanian dan agrowisata. Desa ini menampilkan pengembangan komoditas apel dan bunga hias, penggunaan sistem irigasi cerdas, hingga pemberdayaan perempuan melalui pengolahan limbah pertanian menjadi produk ekonomi kreatif.

Di sisi lain, Desa Beji fokus pada transformasi layanan digital dan ekonomi berbasis masyarakat. Melalui program “Beji Digital”, pelayanan administrasi warga dapat dilakukan secara daring, disertai pengembangan UMKM tempe serta sistem bank sampah yang terintegrasi dengan pembayaran pajak daerah.

"Pemkot Batu menilai penguatan desa dan kelurahan menjadi penting karena wilayah tingkat bawah merupakan garda terdepan pelayanan publik sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat," pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow