Delapan Bendungan dan 14 Ribu Hektare Irigasi, Menteri PU Sebut Jatim Disiapkan Jadi Lumbung Pangan

Delapan bendungan baru dan ribuan hektare jaringan irigasi disiapkan Kementerian PU untuk dongkrak produktivitas pertanian Jawa Timur demi target swasembada pangan nasional 2025.

29 Apr 2025 - 20:32
Delapan Bendungan dan 14 Ribu Hektare Irigasi, Menteri PU Sebut Jatim Disiapkan Jadi Lumbung Pangan
Menteri PU Dody Hanggodo usai menghadiri Musrenbang RPJMD Jatim 2025–2030 di Surabaya (Ryan/SJP)

SURABAYA, SJP - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menegaskan komitmennya untuk mendorong ketahanan pangan nasional melalui penguatan infrastruktur pertanian, dengan fokus khusus pada dukungan di Provinsi Jawa Timur. 

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Menteri PU Dody Hanggodo dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RPJMD Jawa Timur 2025–2030 dan RKPD 2026 yang digelar di Hotel Shangri-La, Surabaya, Selasa (29/4/2025).

Musrenbang tersebut dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy dan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, serta jajaran kepala daerah, Forkopimda Jawa Timur, dan mitra pembangunan dari negara sahabat.

Fokus Nasional: Swasembada Pangan dan Pengelolaan Irigasi

Dalam paparannya, Menteri Dody menjelaskan bahwa arah kebijakan Kementerian PU telah diselaraskan dengan prioritas nasional dalam RPJMN 2025–2029, khususnya mendukung target Asta Cita swasembada pangan Presiden Prabowo.

"Kementerian PU telah memberikan dukungan melalui pelaksanaan komitmen bersama Kementerian Pertanian, termasuk penambahan luas tanam 2 juta hektare dan keberlanjutan infrastruktur irigasi pusat maupun daerah," ujar Dody, Selasa (29/4/2025).

Dukungan konkret tersebut mencakup:

  • Alokasi DIPA 2025 untuk irigasi kewenangan pusat,
  • Pelaksanaan Inpres No. 2 Tahun 2025 untuk rehabilitasi irigasi daerah,
  • Kerja sama lintas kementerian dalam penyediaan sarana produksi dan alat mesin pertanian,
  • Pompanisasi di wilayah prioritas.

Nota kesepahaman antar kementerian dan penyusunan buku sinkronisasi juga telah dilakukan demi memastikan program ini berjalan secara terpadu.

Klarifikasi Irigasi Tersier

Menanggapi soal irigasi tersier yang sempat ditanyakan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam kegiatan tersebut, Menteri Dody menjelaskan bahwa yang terjadi adalah alih kewenangan dan anggaran dari kabupaten/kota ke pemerintah pusat melalui Inpres.

"Sebetulnya itu hanya pindah anggaran, sekarang dari pemerintah kota/kabupaten dipindahin ke pusat," jelasnya saat doorstop usai acara.

Ia mengakui bahwa petunjuk pelaksanaan teknis memang sempat lambat karena proses lintas kementerian, namun kini sudah hampir rampung.

"Prosesnya sudah 80 persen selesai. Agak lama karena melibatkan banyak kementerian, tapi mudah-mudahan dalam seminggu dua minggu sudah tuntas,” tegasnya.

Realisasi Proyek di Jatim: 8 Bendungan, Ribuan Hektare Irigasi

Menteri Dody juga mengungkapkan capaian Kementerian PU dalam mendukung produktivitas pertanian di Jawa Timur:

  • Penyelesaian 8 bendungan: Tukul, Tugu, Bendo, Semantok, Gongseng, Nipah, Bajulmati, dan Bagong (dalam proses).
  • Bendungan tersebut mengairi 34.688 hektare lahan sawah.
  • Rehabilitasi jaringan irigasi di 8 Daerah Irigasi seluas 14.908 hektare.

"Pemilihan DI dilakukan selektif, berdasarkan readiness criteria seperti kesiapan lahan, dokumen perencanaan, dan potensi peningkatan indeks pertanaman," jelasnya.

Apresiasi untuk Jatim: “Kalau Jatim Sukses, Kita Semua Sukses”

Menteri Dody menutup pernyataannya dengan apresiasi atas capaian pertanian Jawa Timur, yang menurutnya telah diakui langsung oleh Presiden saat panen raya.

"Kualitas padinya tinggi. Kalau Jawa Timur sukses, kita semua sukses. Kalau enggak, ya sudah, saya pulang ke Surabaya," tutupnya sembari berseloroh. (*)

Editor : Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow