Dekat dengan Pasar Tradisional, Pasar Murah Pemprov Jatim di Bojonegoro Diprotes Pedagang

Penempatan lokasi pasar murah yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari Pasar Kapas dinilai menjadi pemicu utama anjloknya omzet pedagang.

22 Dec 2025 - 12:00
Dekat dengan Pasar Tradisional, Pasar Murah Pemprov Jatim di Bojonegoro Diprotes Pedagang
Kegiatan jual beli di pasar tradisional Desa Kapas. (Foto: Abrori/SJP)

BOJONEGORO, SJP — Pelaksanaan pasar murah yang diinisiasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur di Desa Kapas, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (20/12/2025), memicu polemik. 

Meski bertujuan menekan inflasi, kegiatan tersebut justru menuai protes dari pedagang pasar tradisional setempat yang merasa dirugikan secara ekonomi.

Penempatan lokasi pasar murah yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari Pasar Kapas dinilai menjadi pemicu utama anjloknya omzet pedagang. 

Harga komoditas yang jauh di bawah harga pasar karena subsidi pemerintah membuat konsumen beralih drastis, meninggalkan lapak-lapak pedagang kecil.

Kasipah (52), salah satu pedagang sembako di Pasar Kapas, menyatakan bahwa kebijakan tersebut tidak berpihak pada keberlangsungan usaha pedagang pasar rakyat. 

Menurutnya, pemerintah seharusnya mempertimbangkan aspek lokasi agar tidak terjadi persaingan langsung yang tidak sehat.

"Jelas berpengaruh besar. Harga di pasar murah sudah disubsidi dan lokasinya sangat berdekatan. Otomatis masyarakat beralih ke sana," ujar Kasipah kepada wartawan, Senin (22/12/2025).

Ia menegaskan bahwa niat baik pemerintah dalam membantu masyarakat tidak boleh mengorbankan nasib pedagang kecil. 

"Pasar murah seharusnya tidak menjadi kompetitor. Kami berharap ke depan lokasinya tidak berdekatan langsung dengan pasar rakyat," tambahnya.

Selain persoalan lokasi, minimnya sosialisasi juga menjadi sorotan. Banyak pedagang mengaku tidak mendapatkan informasi lebih awal sehingga tidak mampu mengantisipasi penurunan jumlah pembeli.

Kepala Pasar Kapas, Adi Purnomo, membenarkan bahwa koordinasi terkait kegiatan tersebut sangat minim. 

Ia mengonfirmasi bahwa informasi baru diterima pihak pengelola pasar sesaat sebelum acara dimulai.

"Pelaksanaannya mendadak. Saya baru diberi tahu oleh pihak Pemerintah Desa sekitar pukul 09.30 WIB pada hari H. Setelah itu baru saya teruskan kepada para pedagang," pungkas Adi. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow