Dari Pejuang Lingkungan ke Wirausaha Sosial: Perjalanan Kopling Pelangi Selatan Surabaya sebagai Koperasi Hijau

Koperasi ini bukan sekadar wadah simpan pinjam atau transaksi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi ruang bagi para pegiat lingkungan untuk mengembangkan model ekonomi berbasis keberlanjutan.

17 Feb 2025 - 21:41
Dari Pejuang Lingkungan ke Wirausaha Sosial: Perjalanan Kopling Pelangi Selatan Surabaya sebagai Koperasi Hijau
RAT Koperasi Kopling Pelangi Selatan (Ryan/SJP)

SURABAYA, SJP - Bermula dari komunitas kader lingkungan yang aktif dalam pengelolaan sampah dan mitigasi perubahan iklim, sekelompok warga Surabaya Selatan kini melangkah lebih jauh dengan membangun kemandirian ekonomi melalui Koperasi Konsumen Kopling Pelangi Selatan Kota Surabaya.

Koperasi ini bukan sekadar wadah simpan pinjam atau transaksi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi ruang bagi para pegiat lingkungan untuk mengembangkan model ekonomi berbasis keberlanjutan. 

Dengan memanfaatkan bank sampah, jasa edukasi lingkungan, hingga sistem belanja berbasis kepercayaan, Kopling Pelangi Selatan menghadirkan pendekatan baru dalam dunia koperasi.

Dari Komunitas Sosial ke Koperasi Berdaya

Ketua Pengawas Koperasi, Adi Candra, menjelaskan bahwa inisiasi koperasi ini telah dimulai sejak 2018, ketika para kader lingkungan yang bergerak di Surabaya Selatan mulai mencari cara agar aktivitas mereka tidak hanya berdampak secara sosial, tetapi juga memberikan kesejahteraan bagi para anggotanya.

"Kami selama ini berjuang dalam edukasi dan pengelolaan lingkungan, tetapi kami juga harus memikirkan kesejahteraan kami sendiri. Maka, kami mendirikan koperasi agar bisa mandiri tanpa terus bergantung pada bantuan pihak luar," ujar Adi Candra, Senin (17/2/2025).

Pada tahun 2020, koperasi ini resmi berbadan hukum dengan SK Kementerian Hukum dan HAM Nomor AHU-0005510.AH.26.TAHUN 2020. Kemudian, di tahun 2024, legalitasnya semakin diperkuat dengan kepemilikan Nomor Induk Koperasi (NIK) dari Kementerian Koperasi dan UKM RI.

Ekonomi Hijau: Koperasi yang Bergerak di Bidang Lingkungan

Sebagai koperasi konsumen, Kopling Pelangi Selatan memiliki aktivitas khas yang membedakannya dari koperasi lain. Salah satu sumber pendanaannya berasal dari bank sampah yang dikelola oleh anggotanya. 

Sebagian dana dari hasil pengelolaan sampah ini ditabung dalam bentuk simpanan pokok dan simpanan wajib, yang kemudian digunakan untuk mengembangkan koperasi.

Selain itu, koperasi ini juga menawarkan jasa edukasi kampung wisata, di mana masyarakat dapat belajar langsung mengenai pengelolaan sampah dan strategi lingkungan berkelanjutan dari para kader lingkungan yang tergabung di dalamnya.

"Kader lingkungan yang tergabung di koperasi ini tidak hanya berkontribusi dalam hal sosial, tetapi juga membangun sistem ekonomi yang berbasis keberlanjutan. Ini adalah bentuk koperasi yang tidak hanya memikirkan anggotanya, tetapi juga lingkungan sekitar," jelas Adi.

Model Kepercayaan: Belanja Bulan Ini, Bayar Bulan Depan

Salah satu inovasi unik Kopling Pelangi Selatan adalah sistem transaksi berbasis kepercayaan antaranggota. Dalam koperasi ini, anggota dapat berbelanja kebutuhan pokok bulan ini dan membayarnya pada bulan berikutnya. Sistem ini memberikan fleksibilitas keuangan bagi anggota, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan di dalam koperasi.

"Kami ingin menciptakan sistem yang saling membantu. Anggota bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga tanpa tekanan finansial yang besar, sementara koperasi tetap berjalan dengan sistem yang sehat," tambah Adi.

Jaringan Koperasi Hijau di Surabaya

Kopling Pelangi Selatan bukan satu-satunya koperasi lingkungan di Surabaya. Setiap wilayah di kota ini memiliki koperasi serupa, seperti Bintang Timur di Surabaya Timur dan Mentari di Surabaya Utara.

Keberadaan koperasi-koperasi ini menunjukkan bahwa gerakan lingkungan di Surabaya tidak hanya berorientasi pada aksi sosial, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi hijau yang berkelanjutan.

Saat ini, Kopling Pelangi Selatan memiliki 20 anggota, dengan rencana untuk membuka pendaftaran bagi warga Surabaya Selatan yang memiliki komitmen dalam pengelolaan lingkungan.

Evaluasi dan Perencanaan

Sebagai bukti konsistensi dalam pengelolaan organisasi, Kopling Pelangi Selatan telah menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) untuk tahun buku 2024. Acara ini berlangsung pada 8-9 Februari 2025 di Tretes, Pasuruan, dan dihadiri oleh 20 peserta yang terdiri dari pengurus, pengawas, serta anggota koperasi.

Ketua Koperasi, Jusminah, menekankan bahwa RAT menjadi momen penting bagi koperasi yang ditujukan sebagai evaluasi kinerja pengurus, merancang program kerja tahun depan, serta membagikan Sisa Hasil Usaha (SHU) kepada anggota.

"Kami ingin memastikan bahwa koperasi ini terus berkembang dengan transparansi dan akuntabilitas yang tinggi. RAT bukan hanya forum evaluasi, tetapi juga ajang silaturahmi dan penyusunan strategi bersama," kata Jusminah.

Dengan berbagai langkah inovatif yang telah dilakukan, Kopling Pelangi Selatan menunjukkan bahwa koperasi bukan hanya sekadar wadah ekonomi, tetapi juga alat pemberdayaan komunitas dan pelestarian lingkungan. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow