Cuaca Ekstrem Hambat Pariwisata Jawa Timur: Kunjungan Wisman dan Hunian Hotel Menurun
"Penurunan ini tidak bisa dilepaskan dari pengaruh cuaca ekstrem yang menyebabkan banjir di beberapa wilayah di Jawa Timur sepanjang akhir tahun 2024."
SURABAYA, SJP - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur merilis data terbaru terkait pariwisata melalui Berita Resmi Statistik (BRS) yang menunjukkan penurunan signifikan pada sektor tersebut di bulan November 2024.
Cuaca ekstrem yang melanda sepanjang akhir tahun 2024 di Jawa Timur menjadi salah satu penyebab utama penurunan kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) dan tingkat penghunian kamar (TPK) hotel.
Kepala BPS Jawa Timur, Zulkipli, menjelaskan bahwa jumlah kunjungan Wisman di bulan November 2024 hanya mencapai 20.820 kunjungan, turun sebesar 26,12 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
“Penurunan ini tidak bisa dilepaskan dari pengaruh cuaca ekstrem yang menyebabkan banjir di beberapa wilayah. Kondisi ini membuat banyak wisatawan menunda atau bahkan membatalkan rencana perjalanan mereka ke Jawa Timur,” ujar Zulkipli, Sabtu (18/1/2025).
Penurunan kunjungan ini juga berdampak langsung pada sektor perhotelan. TPK Hotel Bintang pada November 2024 tercatat sebesar 57,24 persen, turun 0,83 poin dibandingkan Oktober 2024. Penurunan ini mencerminkan penurunan aktivitas pariwisata secara keseluruhan.
“Ketika jumlah kunjungan wisatawan berkurang, otomatis tingkat hunian kamar juga terpengaruh. Ini menjadi tantangan besar bagi pelaku pariwisata, khususnya di sektor perhotelan,” tambah Zulkipli.
Wisatawan Asing Menurun Drastis
Berdasarkan data kunjungan Wisman menurut kebangsaan, penurunan terbesar secara Month to Month (M-to-M) dialami wisatawan asal Tiongkok (-42,49 persen) dan Malaysia (-31,92 persen). Sebaliknya, wisatawan asal Singapura justru meningkat 9,29 persen.
“Wisatawan dari Tiongkok dan Malaysia cenderung membatalkan kunjungan akibat dampak cuaca buruk. Namun, wisatawan Singapura menunjukkan tren positif meskipun dalam jumlah kecil,” jelas Zulkipli.
Secara Year on Year (YoY), jumlah kunjungan Wisman pada November 2024 juga menurun 7,01 persen dibandingkan November 2023. Kendati demikian, ada kabar baik dari periode Januari-November 2024 yang mencatat peningkatan jumlah kunjungan Wisman sebanyak 107.566 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Daerah yang Terkena Dampak Paling Parah
Cuaca buruk juga memengaruhi tingkat hunian hotel di berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur. Kabupaten Bojonegoro mencatat penurunan terdalam dengan -6,60 poin, diikuti Tulungagung (-4,96 poin) dan Jombang (-4,66 poin). Di sisi lain, beberapa daerah seperti Bangkalan dan Magetan justru mengalami peningkatan tingkat hunian hotel.
“Kondisi geografis dan kesiapan infrastruktur daerah sangat memengaruhi daya tarik wisata di tengah cuaca ekstrem. Daerah yang lebih siap cenderung tetap menarik wisatawan,” terangnya.
Upaya Pemulihan Pariwisata
Di tengah tantangan ini, sektor pariwisata Jawa Timur diharapkan dapat segera pulih. Pemerintah daerah dan pelaku industri wisata diimbau untuk meningkatkan promosi wisata serta memperkuat infrastruktur pendukung yang tahan terhadap cuaca buruk.
“Cuaca ekstrem memang menjadi tantangan musiman, tetapi ini juga menjadi momen bagi kita untuk membangun ketahanan pariwisata di Jawa Timur,” pungkas Zulkipli.
Artikel ini menyoroti bagaimana cuaca ekstrem menjadi kendala besar bagi sektor pariwisata di Jawa Timur, sekaligus mendorong langkah-langkah konkret untuk pemulihan dan pengembangan ke depan. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

