Pemkot Surabaya Siapkan Anggaran Rp 400 Miliar untuk Bangun RSUD Surabaya Selatan di 2025
Surabaya Selatan akan miliki RSUD pertama dengan trauma center, menjawab kebutuhan warga di kawasan industri dan permukiman yang rentan kecelakaan kerja dan lalu lintas.
SURABAYA, SJP - Usai sukses meresmikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Eka Candrarini di Surabaya Timur, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kini berencana membangun rumah sakit baru di kawasan Surabaya Selatan di tahun 2025.
Rencana pembangunan ini bertujuan untuk mendukung pemerataan pelayanan kesehatan masyarakat, terutama di kawasan yang belum memiliki fasilitas rumah sakit umum daerah.
"Kehadiran RSU Surabaya Selatan diharapkan dapat meningkatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat, terutama di kawasan selatan yang masih terbatas," ujar Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, saat dikonfirmasi pada Sabtu (18/1/2025).
"Kami ingin semua warga Surabaya mendapatkan layanan kesehatan yang optimal tanpa harus menempuh jarak jauh," sambungnya.
Rumah sakit baru ini direncanakan akan dibangun di Jalan Mastrip Anggrek I, Kecamatan Karangpilang. Lokasi strategis yang dekat dengan jalan raya, kawasan permukiman, dan kawasan industri dipilih untuk mempermudah akses warga.
Dengan luas lahan mencapai 7.132 meter persegi, RSUD Surabaya Selatan akan menjadi fasilitas kesehatan penting bagi warga Surabaya Selatan.
"Untuk anggarannya sekitar Rp 400 miliar. Kami lihat nanti (kepastian anggaran dan waktu pembangunan)," ujarnya.
Fokus pada Trauma Center
Berbeda dengan RSUD Eka Candrarini yang fokus pada kesehatan ibu dan anak, RSUD Surabaya Selatan akan mengutamakan layanan trauma center. Trauma center ini dirancang untuk menangani pasien dengan trauma berat, terutama akibat kecelakaan kerja dan kecelakaan lalu lintas.
"RS Surabaya Selatan kita utamakan untuk trauma center. Tetap ada pelayanan lain-lainnya, tetapi fokus utama adalah menangani trauma," sebut Eri.
"Hal ini penting karena hingga saat ini, Pemkot belum memiliki fasilitas rumah sakit yang secara khusus menangani kasus seperti ini," imbuhnya.
Data menunjukkan bahwa angka kecelakaan di Surabaya terus meningkat setiap tahun. Sepanjang 2024 saja, tercatat 1.488 kasus kecelakaan lalu lintas di kota ini, naik 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini menjadi salah satu alasan Pemkot Surabaya memprioritaskan layanan trauma center.
Eri Cahyadi menegaskan, pembangunan RSUD ini merupakan bagian dari visi besar Pemkot Surabaya untuk menciptakan kota yang sehat dan ramah bagi semua warganya.
"Kami ingin memastikan tidak ada lagi warga Surabaya yang kesulitan mengakses layanan kesehatan, baik itu untuk penanganan trauma, penyakit kronis, maupun kebutuhan lainnya," tegas Eri.
Senada dengan Wali Kota Surabaya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya, Irvan Wahyudradjad, menjelaskan bahwa kajian sosio-ekonomi menunjukkan pentingnya fasilitas yang mumpuni.
"Pembangunan RSUD Surabaya Selatan diharapkan akan mendukung pemerataan pelayanan kesehatan di Kota Pahlawan, terutama di kawasan Surabaya Selatan yang dekat dengan kawasan industri," tukas Irvan.
Dengan dibangunnya RSUD Surabaya Selatan, Kota Surabaya nantinya akan memiliki empat rumah sakit umum daerah. Saat ini, Pemkot Surabaya telah memiliki:
- RSUD dr. Soewandhie di Surabaya Pusat dengan layanan unggulan Oncology Center
- RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH) di Surabaya Barat yang fokus pada rehabilitasi medik.
- RSUD Eka Candrarini di Surabaya Timur yang mengutamakan kesehatan ibu dan anak. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

